Siapa Saja Kaum Perempuan yang Masuk Kabinet Trump?
CNN Indonesia
Selasa, 26 Nov 2024 08:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Donald Trump tunjuk empat menteri dari kalangan perempuan. (REUTERS/Brian Snyder)
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden terpilih Amerika SerikatDonald Trump telah menunjuk nama-nama pejabat yang akan mengisi kabinet pemerintahannya.
Beberapa di antara tokoh tersebut merupakan perempuan.
Sejauh ini, sudah ada lima menteri yang berasal dari kalangan perempuan. Sementara itu, ada tiga pejabat setingkat menteri yang juga merupakan perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut daftar tokoh perempuan yang masuk dalam kabinet Trump.
Pada 21 November, Trump mengumumkan bahwa posisi jaksa agung Amerika Serikat akan diemban oleh Pam Bondi, eks Jaksa Agung Florida selaku sekutu lama Trump.
Pengumuman itu dirilis beberapa jam setelah Matt Gaetz mundur dari nominasi buntut kasus dugaan kekerasan seksual dan penggunaan narkoba.
Bondi merupakan mantan jaksa agung Florida yang menjadi perempuan pertama yang memenangi pemilihan untuk jabatan tersebut pada 2010. Ia adalah sekutu setia Trump yang telah membelanya dalam sidang pemakzulan pertama sang eks Presiden.
Bondi pernah menjabat sebagai anggota Komisi Penyalahgunaan Narkoba dan Opioid selama pemerintahan pertama Trump. Ia saat ini mengepalai divisi hukum America First Policy Institute, sebuah kelompok yang berpihak pada Trump yang telah merancang rekomendasi kebijakan untuk pemerintahan berikutnya.
Menteri Pendidikan Linda McMahon
Dilansir dariCBS News, Linda McMahon akan menjadi Menteri Pendidikan dalam kabinet Trump mendatang.
Sang Presiden terpilih telah menunjuk eks CEO perusahaan gulat profesional World Wrestling Entertainment (WWE) tersebut pada 19 November lalu.
Linda McMahon pernah menjadi administrator Small Business Administration saat masa jabatan pertama Trump pada 2017-2019. Ia termasuk di antara donatur terbesar Partai Republik selama lebih dari 20 tahun.
Linda McMahon tidak memiliki pengalaman sebagai pendidik. Meski begitu, Trump dalam penunjukannya menyatakan bahwa Linda McMahon pernah bertugas di Dewan Pendidikan Connecticut pada 2009-2010 serta pernah menjadi anggota dewan pengawas Universitas Sacred Heart Connecticut.
Dalam kampanyenya, Trump pernah berjanji akan menutup Kementerian Pendidikan. Dia mengeluhkan anggaran lembaga yang terlampau besar dan stafnya yang dipenuhi dengan "orang-orang yang dalam banyak kasus membenci anak-anak kita."
Menteri Ketenagakerjaan Lori Chavez-DeRemer
Trump telah memilih Lori Chavez-DeRemer sebagai Menteri Ketenagakerjaan AS dalam kabinetnya.
Chavez-DeRemer telah bertugas di Kongres AS sejak 2023 namun kalah dalam pemilihan ulang di Oregon pada November ini.
Seperti dilansir The Independent, Chavez-DeRemer merupakan satu dari tiga anggota partai Republik yang menjadi salah satu sponsor Undang-Undang Perlindungan Hak Berorganisasi tahun 2023.
Gubernur South Dakota Kristi Noem telah dikonfirmasi Trump akan menjadi Menteri Keamanan Dalam Negeri AS.
Noem merupakan salah satu pendukung kuat Trump agar kembali maju dalam pemilihan presiden 2024. Ia telah aktif ikut berbagai kampanye Trump sampai-sampai sempat dikira akan menjadi calon wakil presiden Trump.
Awal tahun ini, Noem memicu kontroversi ketika bukunya "No Going Back" secara keliru mengeklaim bahwa dirinya telah bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Dia juga memicu kritik setelah disebut pernah menembak dan membunuh anjingnya yang berusia 14 bulan, Cricket, karena tak bisa dilatih, demikian dikutip CBS News.
Pada 23 November, Trump mengumumkan bahwa Brooke Rollins akan memimpin Kementerian Pertanian Amerika Serikat selama masa pemerintahannya mendatang.
Rollins merupakan sekutu Trump yang menjadi bagian dari pemerintahan pertama sang eks Presiden sebagai direktur Domestic Policy Council. Ia saat ini menjabat sebagai presiden dan CEO America First Policy Institute.
Pejabat setingkat menteri
Selain menteri, Trump juga telah menunjuk nama-nama tokoh perempuan yang akan menduduki posisi setingkat menteri.
Mereka antara lain Susie Wiles selaku Kepala Staf Gedung Putih, Tulsi Gabbard selaku Direktur Intelijen Nasional, dan Elise Stefanik selaku Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles
Sehari setelah memenangkan pilpres, Trump langsung mengumumkan bahwa ketua kampanyenya, Susie Wiles, akan menjadi kepala staf Gedung Putih.
Wiles adalah sosok yang amat berperan di balik kemenangan Trump. Perempuan berusia 67 tahun itu telah bekerja di bidang politik Partai Republik selama puluhan tahun dan sukses membantu kemenangan gubernur hingga presiden, salah satunya Presiden Ronald Reagan pada 1980.
Pemilihan Gubernur Florida Rick Scott dan Ron DeSantis juga sukses berat berkat kebolehan Susie Wiles.
Wiles akan menjadi perempuan pertama dalam sejarah AS yang menduduki jabatan tersebut.
Mantan anggota Kongres Demokrat dari Hawaii, Tulsi Gabbard, akan menjadi Direktur Intelijen Nasional di bawah pemerintahan Trump.
Gabbard merupakan eks perwira cadangan Angkatan Darat AS. Dia pernah mencalonkan diri sebagai presiden dari Partai Demokrat pada 2020 namun gagal dan akhirnya beralih ke Partai Republik dalam beberapa tahun terakhir.
Gabbard telah bertugas di tim transisi Trump dalam kampanye sang eks Presiden pada 2024 ini.
Duta Besar AS untuk PBB: Elise Stefanik
Elise Stefanik merupakan salah satu sekutu setia Trump yang akan menjadi Duta Besar AS untuk PBB.
Stefanik adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada 2014. Ia kemudian dipilih oleh rekan-rekannya di DPR untuk menjadi Ketua Konferensi Partai Republik pada 2021.
Stefanik dikenal kritis terhadap PBB. Ia pernah menyuarakan ketidakpuasannya terhadap badan internasional tersebut yang dinilai kurang dalam memerangi milisi Hamas Palestina.
Stefanik memiliki sedikit pengalaman dalam kebijakan luar negeri dan keamanan nasional. Dilansir dari BBC, ia pernah bertugas di komite Angkatan Bersenjata DPR dan Komite Tetap Intelijen DPR.
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden terpilih Amerika SerikatDonald Trump telah menunjuk nama-nama pejabat yang akan mengisi kabinet pemerintahannya.
Beberapa di antara tokoh tersebut merupakan perempuan.
Sejauh ini, sudah ada lima menteri yang berasal dari kalangan perempuan. Sementara itu, ada tiga pejabat setingkat menteri yang juga merupakan perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut daftar tokoh perempuan yang masuk dalam kabinet Trump.
Pada 21 November, Trump mengumumkan bahwa posisi jaksa agung Amerika Serikat akan diemban oleh Pam Bondi, eks Jaksa Agung Florida selaku sekutu lama Trump.
Pengumuman itu dirilis beberapa jam setelah Matt Gaetz mundur dari nominasi buntut kasus dugaan kekerasan seksual dan penggunaan narkoba.
Bondi merupakan mantan jaksa agung Florida yang menjadi perempuan pertama yang memenangi pemilihan untuk jabatan tersebut pada 2010. Ia adalah sekutu setia Trump yang telah membelanya dalam sidang pemakzulan pertama sang eks Presiden.
Bondi pernah menjabat sebagai anggota Komisi Penyalahgunaan Narkoba dan Opioid selama pemerintahan pertama Trump. Ia saat ini mengepalai divisi hukum America First Policy Institute, sebuah kelompok yang berpihak pada Trump yang telah merancang rekomendasi kebijakan untuk pemerintahan berikutnya.
Menteri Pendidikan Linda McMahon
Dilansir dariCBS News, Linda McMahon akan menjadi Menteri Pendidikan dalam kabinet Trump mendatang.
Sang Presiden terpilih telah menunjuk eks CEO perusahaan gulat profesional World Wrestling Entertainment (WWE) tersebut pada 19 November lalu.
Linda McMahon pernah menjadi administrator Small Business Administration saat masa jabatan pertama Trump pada 2017-2019. Ia termasuk di antara donatur terbesar Partai Republik selama lebih dari 20 tahun.
Linda McMahon tidak memiliki pengalaman sebagai pendidik. Meski begitu, Trump dalam penunjukannya menyatakan bahwa Linda McMahon pernah bertugas di Dewan Pendidikan Connecticut pada 2009-2010 serta pernah menjadi anggota dewan pengawas Universitas Sacred Heart Connecticut.
Dalam kampanyenya, Trump pernah berjanji akan menutup Kementerian Pendidikan. Dia mengeluhkan anggaran lembaga yang terlampau besar dan stafnya yang dipenuhi dengan "orang-orang yang dalam banyak kasus membenci anak-anak kita."
Menteri Ketenagakerjaan Lori Chavez-DeRemer
Trump telah memilih Lori Chavez-DeRemer sebagai Menteri Ketenagakerjaan AS dalam kabinetnya.
Chavez-DeRemer telah bertugas di Kongres AS sejak 2023 namun kalah dalam pemilihan ulang di Oregon pada November ini.
Seperti dilansir The Independent, Chavez-DeRemer merupakan satu dari tiga anggota partai Republik yang menjadi salah satu sponsor Undang-Undang Perlindungan Hak Berorganisasi tahun 2023.
Gubernur South Dakota Kristi Noem telah dikonfirmasi Trump akan menjadi Menteri Keamanan Dalam Negeri AS.
Noem merupakan salah satu pendukung kuat Trump agar kembali maju dalam pemilihan presiden 2024. Ia telah aktif ikut berbagai kampanye Trump sampai-sampai sempat dikira akan menjadi calon wakil presiden Trump.
Awal tahun ini, Noem memicu kontroversi ketika bukunya "No Going Back" secara keliru mengeklaim bahwa dirinya telah bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Dia juga memicu kritik setelah disebut pernah menembak dan membunuh anjingnya yang berusia 14 bulan, Cricket, karena tak bisa dilatih, demikian dikutip CBS News.
Linda McMahon ditunjuk jadi Menteri Pendidikan di Kabinet Trump. (REUTERS/Mike Segar)
Menteri Pertanian Brooke Rollins
Pada 23 November, Trump mengumumkan bahwa Brooke Rollins akan memimpin Kementerian Pertanian Amerika Serikat selama masa pemerintahannya mendatang.
Rollins merupakan sekutu Trump yang menjadi bagian dari pemerintahan pertama sang eks Presiden sebagai direktur Domestic Policy Council. Ia saat ini menjabat sebagai presiden dan CEO America First Policy Institute.
Pejabat setingkat menteri
Selain menteri, Trump juga telah menunjuk nama-nama tokoh perempuan yang akan menduduki posisi setingkat menteri.
Mereka antara lain Susie Wiles selaku Kepala Staf Gedung Putih, Tulsi Gabbard selaku Direktur Intelijen Nasional, dan Elise Stefanik selaku Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles
Sehari setelah memenangkan pilpres, Trump langsung mengumumkan bahwa ketua kampanyenya, Susie Wiles, akan menjadi kepala staf Gedung Putih.
Wiles adalah sosok yang amat berperan di balik kemenangan Trump. Perempuan berusia 67 tahun itu telah bekerja di bidang politik Partai Republik selama puluhan tahun dan sukses membantu kemenangan gubernur hingga presiden, salah satunya Presiden Ronald Reagan pada 1980.
Pemilihan Gubernur Florida Rick Scott dan Ron DeSantis juga sukses berat berkat kebolehan Susie Wiles.
Wiles akan menjadi perempuan pertama dalam sejarah AS yang menduduki jabatan tersebut.
Mantan anggota Kongres Demokrat dari Hawaii, Tulsi Gabbard, akan menjadi Direktur Intelijen Nasional di bawah pemerintahan Trump.
Gabbard merupakan eks perwira cadangan Angkatan Darat AS. Dia pernah mencalonkan diri sebagai presiden dari Partai Demokrat pada 2020 namun gagal dan akhirnya beralih ke Partai Republik dalam beberapa tahun terakhir.
Gabbard telah bertugas di tim transisi Trump dalam kampanye sang eks Presiden pada 2024 ini.
Duta Besar AS untuk PBB: Elise Stefanik
Elise Stefanik merupakan salah satu sekutu setia Trump yang akan menjadi Duta Besar AS untuk PBB.
Stefanik adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada 2014. Ia kemudian dipilih oleh rekan-rekannya di DPR untuk menjadi Ketua Konferensi Partai Republik pada 2021.
Stefanik dikenal kritis terhadap PBB. Ia pernah menyuarakan ketidakpuasannya terhadap badan internasional tersebut yang dinilai kurang dalam memerangi milisi Hamas Palestina.
Stefanik memiliki sedikit pengalaman dalam kebijakan luar negeri dan keamanan nasional. Dilansir dari BBC, ia pernah bertugas di komite Angkatan Bersenjata DPR dan Komite Tetap Intelijen DPR.