Trump meyakini sistem imigrasi di AS bobrok dan dia berambisi untuk merombak undang-undang.
Ia akan memulai dengan mendeportasi massal dan mengakhiri kewarganegaraan berdasarkan kelahiran bagi imigran gelap, demikian dikutip Anadolu Agency.
Trump juga akan mewajibkan pemeriksaan ketat terhadap warga asing, menutup perbatasan selatan bagi para pencari suaka, hingga memberlakukan kembali larangan bepergian dari negara-negara tertentu.
Partai Republik di Kongres juga kemungkinan akan memprioritaskan langkah-langkah keamanan perbatasan dan membuat undang-undang baru sebagai bagian dari paket anggaran imigrasi yang diharapkan.
Pendidikan
Trump juga berencana merombak sistem pendidikan yang ada.
Di tingkat K-12 atau setara pendidikan dasar hingga menengah, dia mengusulkan orang tua memilih kepala sekolah, memangkas dana dari pusat untuk sekolah yang mengajarkan teori kritik ras, dan membentuk badan kredensial untuk mensertifikasi guru yang menganut "nilai-nilai patriotik."
Di tingkat universitas, Trump mengusulkan untuk menyingkirkan akreditasi perguruan tinggi dan menciptakan akreditasi baru berdasarkan nilai-nilai partainya, demikian dikutip Forbes.
Perubahan iklim
AS, di bawah Trump, juga sepertinya akan kembali meninggalkan Perjanjian Iklim Paris.
Dia telah mengusulkan untuk menyingkirkan kebijakan pemerintahan sebelumnya yang membatasi emisi dan menargetkan 67 persen kendaraan baru menjadi kendaraan listrik pada tahun 2032 dan meningkatkan produksi minyak dan gas secara besar-besaran.
Timur Tengah merupakan kawasan rentan konflik dan sering memanas.
Di periode pertama, Trump panen kecaman gegara menyebut Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedutaan Besar AS di Tel Aviv ke wilayah itu.
Trump juga gencar menawarkan Abraham Accord ke negara-negara Muslim atau mayoritas Muslim untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.
CEO lembaga think tank Center for International Policy, Nancy Okail, Trump akan menyelesaikan konflik di Timur Tengah dengan perspektif pragmatis.
"Melempar uang untuk menyelesaikan masalah adalah jawaban untuk konflik di Timur Tengah," kata Okail, dikutip Al Jazeera.
Beberapa pengamat juga sepakat Trump akan fokus ke keuntungan ekonomi alih-alih menyelesaikan konflik secara politik sampai ke akar-akarnya.
Trump juga sering sesumbar bisa menyelesaikan perang Rusia-Ukraina dalam waktu singkat jika dia menjadi presiden.
"Saya akan menyelesaikannya sebelum menduduki Gedung Putih sebagai presiden terpilih," kata Trump dalam sebuah acara di Juni.
Politikus Republik itu dilaporkan memang memiliki kedekatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pemimpin Negeri Beruang Merah ini juga disebut terbuka dengan usulan damai Trump.
Namun, sejauh ini tak ada rincian atau skema pasti soal usulan damai Trump.
Sejumlah pengamat menggambarkan kedekatan Trump dan Putin mungkin bisa menjadi sinyal positif untuk menyelesaikan konflik.
Trump juga sempat mengkritik bantuan yang terus mengalir ke Ukraina. Ini bisa menjadi tanda, AS akan memangkas, mengurangi, atau meminta Ukraina untuk berhenti.
Jakarta, CNN Indonesia --
Donald Trump resmi menjadi Presiden Amerika Serikat usai dilantik di Capitol, Washington DC pada Senin (20/1).
Pelantikan ini menjadikan kali kedua Trump menginjakkan kaki kembali di Gedung Putih.
Di periode pertama Trump pada 2017-2021, dia fokus ke urusan domestik dan tak banyak campur tangan urusan negara lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, apa dan bagaimana kebijakan yang kemungkinan diambil Trump di periode sekarang?
Trump meyakini sistem imigrasi di AS bobrok dan dia berambisi untuk merombak undang-undang.
Ia akan memulai dengan mendeportasi massal dan mengakhiri kewarganegaraan berdasarkan kelahiran bagi imigran gelap, demikian dikutip Anadolu Agency.
Trump juga akan mewajibkan pemeriksaan ketat terhadap warga asing, menutup perbatasan selatan bagi para pencari suaka, hingga memberlakukan kembali larangan bepergian dari negara-negara tertentu.
Partai Republik di Kongres juga kemungkinan akan memprioritaskan langkah-langkah keamanan perbatasan dan membuat undang-undang baru sebagai bagian dari paket anggaran imigrasi yang diharapkan.
Pendidikan
Trump juga berencana merombak sistem pendidikan yang ada.
Di tingkat K-12 atau setara pendidikan dasar hingga menengah, dia mengusulkan orang tua memilih kepala sekolah, memangkas dana dari pusat untuk sekolah yang mengajarkan teori kritik ras, dan membentuk badan kredensial untuk mensertifikasi guru yang menganut "nilai-nilai patriotik."
Di tingkat universitas, Trump mengusulkan untuk menyingkirkan akreditasi perguruan tinggi dan menciptakan akreditasi baru berdasarkan nilai-nilai partainya, demikian dikutip Forbes.
Perubahan iklim
AS, di bawah Trump, juga sepertinya akan kembali meninggalkan Perjanjian Iklim Paris.
Dia telah mengusulkan untuk menyingkirkan kebijakan pemerintahan sebelumnya yang membatasi emisi dan menargetkan 67 persen kendaraan baru menjadi kendaraan listrik pada tahun 2032 dan meningkatkan produksi minyak dan gas secara besar-besaran.
Timur Tengah merupakan kawasan rentan konflik dan sering memanas.
Di periode pertama, Trump panen kecaman gegara menyebut Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedutaan Besar AS di Tel Aviv ke wilayah itu.
Trump juga gencar menawarkan Abraham Accord ke negara-negara Muslim atau mayoritas Muslim untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.
CEO lembaga think tank Center for International Policy, Nancy Okail, Trump akan menyelesaikan konflik di Timur Tengah dengan perspektif pragmatis.
"Melempar uang untuk menyelesaikan masalah adalah jawaban untuk konflik di Timur Tengah," kata Okail, dikutip Al Jazeera.
Beberapa pengamat juga sepakat Trump akan fokus ke keuntungan ekonomi alih-alih menyelesaikan konflik secara politik sampai ke akar-akarnya.
Trump juga sering sesumbar bisa menyelesaikan perang Rusia-Ukraina dalam waktu singkat jika dia menjadi presiden.
"Saya akan menyelesaikannya sebelum menduduki Gedung Putih sebagai presiden terpilih," kata Trump dalam sebuah acara di Juni.
Politikus Republik itu dilaporkan memang memiliki kedekatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pemimpin Negeri Beruang Merah ini juga disebut terbuka dengan usulan damai Trump.
Namun, sejauh ini tak ada rincian atau skema pasti soal usulan damai Trump.
Sejumlah pengamat menggambarkan kedekatan Trump dan Putin mungkin bisa menjadi sinyal positif untuk menyelesaikan konflik.
Trump juga sempat mengkritik bantuan yang terus mengalir ke Ukraina. Ini bisa menjadi tanda, AS akan memangkas, mengurangi, atau meminta Ukraina untuk berhenti.