Kedua kendaraan udara itu jatuh di Sungai Potomac, yang membuat tim penyelamat kesulitan mengevakuasi korban. Pasalnya, AS sedang musim dingin sehingga suhu sungai begitu menusuk. Evakuasi juga diluncurkan pada malam hari sehingga penyelam sulit untuk melihat dengan jelas.
Ini merupakan kecelakaan pesawat kesekian yang terjadi dalam dua bulan terakhir. Insiden ini dapat dikategorikan fatal karena helikopter dan pesawat udara tak semestinya berada satu jalur.
Selain tabrakan American Airlines-Black Hawk, sejumlah kecelakaan pesawat yang sampai menewaskan ratusan orang.
Berikut rentetan kecelakaan pesawat dalam dua bulan terakhir.
Jet tempur tercanggih AS F-35 jatuh
Jet tempur siluman tercanggih milik Amerika Serikat, F-35, jatuh dan meledak saat melakukan latihan di Pangkalan Angkatan Udara di Eielson, Alaska, pada Selasa (28/1).
Satu-satunya pilot jet tempur F-35 tersebut selamat usai keluar menggunakan kursi pelontar. Ia kini dalam kondisi stabil usai dilarikan ke rumah sakit.
Menurut Komandan Penerbang ke-354 Kolonel Paul Townsend, pesawat tersebut mengalami "kerusakan saat terbang."
Pesawat maskapai Air Busan terbakar di Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan, pada Selasa malam (28/1) waktu setempat.
Pesawat itu terbakar di bagian belakang, yang menurut media lokal gegara baterai portabel yang disimpan di bagasi kabin pesawat. Nyaris separuh badan pesawat terbakar dalam insiden ini.
Meski begitu, sayap dan mesin di kedua sisi pesawat diklaim tak rusak. Menurut pihak berwenang, tujuh orang luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Pesawat Boeing 737 Max Air mengalami kecelakaan ketika melakukan pendaratan di Bandara Internasional Mallam Aminu Kano pada Selasa (28/1).
Roda pendaratan pesawat itu rusak sehingga bagian hidung pesawat bergesekan dengan landasan pacu. Bukan cuma itu, ban belakang pesawat juga pecah ketika pesawat menyentuh landasan.
Kapal terbang itu membawa 53 penumpang dan enam awak kabin. Beruntung seluruhnya lolos dari maut.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Pesawat di Sudan
Sebuah pesawat kecil yang membawa pekerja minyak di Negara Bagian Unity, Sudan Selatan, jatuh kala lepas landas dari ibu kota Juba, pada Rabu (29/1).
Setidaknya 20 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Di antara penumpang pesawat, ada dua orang warga negara China dan satu orang warga negara India.
Hanya satu orang yang selamat dalam insiden tersebut.
Pihak berwenang hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan. Pesawat itu sendiri dioperasikan oleh Light Air Services Aviation Company dan para penumpang merupakan pekerja Greater Pioneer Operating Company (GPOC).
Pesawat Jeju Air Korea Selatan
Pesawat maskapai Jeju Air dengan nomor penerbangan 2216 kecelakaan saat melakukan pendaratan darurat di Bandara Muan, Korea Selatan.
Insiden itu terjadi pada 29 Desember lalu dan membuat geger dunia. Pasalnya, pesawat disebut terkena serangan burung (birdstrike) sebelum kecelakaan. Pesawat sendiri sudah sempat menyentuh landasan pacu namun berakhir menabrak beton di sekitar bandara karena roda pendaratan tak berfungsi.
Para pengamat menilai birdstrike hanya mengganggu mesin, bukan merusak roda pendaratan.
Hanya dua orang yang selamat dalam tragedi itu. Keduanya merupakan awak pesawat.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pesawat maskapai American Airlines dan helikopter militer Black Hawk tabrakan pada Rabu (29/1) di dekat Bandara Ronald Reagan.
Pesawat American Airlines itu mengangkut 60 penumpang dan empat awak kabin. Sedangkan Black Hawk membawa tiga kru.
Kedua kendaraan udara itu jatuh di Sungai Potomac, yang membuat tim penyelamat kesulitan mengevakuasi korban. Pasalnya, AS sedang musim dingin sehingga suhu sungai begitu menusuk. Evakuasi juga diluncurkan pada malam hari sehingga penyelam sulit untuk melihat dengan jelas.
Ini merupakan kecelakaan pesawat kesekian yang terjadi dalam dua bulan terakhir. Insiden ini dapat dikategorikan fatal karena helikopter dan pesawat udara tak semestinya berada satu jalur.
Selain tabrakan American Airlines-Black Hawk, sejumlah kecelakaan pesawat yang sampai menewaskan ratusan orang.
Berikut rentetan kecelakaan pesawat dalam dua bulan terakhir.
Jet tempur tercanggih AS F-35 jatuh
Jet tempur siluman tercanggih milik Amerika Serikat, F-35, jatuh dan meledak saat melakukan latihan di Pangkalan Angkatan Udara di Eielson, Alaska, pada Selasa (28/1).
Satu-satunya pilot jet tempur F-35 tersebut selamat usai keluar menggunakan kursi pelontar. Ia kini dalam kondisi stabil usai dilarikan ke rumah sakit.
Menurut Komandan Penerbang ke-354 Kolonel Paul Townsend, pesawat tersebut mengalami "kerusakan saat terbang."
Pesawat maskapai Air Busan terbakar di Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan, pada Selasa malam (28/1) waktu setempat.
Pesawat itu terbakar di bagian belakang, yang menurut media lokal gegara baterai portabel yang disimpan di bagasi kabin pesawat. Nyaris separuh badan pesawat terbakar dalam insiden ini.
Meski begitu, sayap dan mesin di kedua sisi pesawat diklaim tak rusak. Menurut pihak berwenang, tujuh orang luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Pesawat Boeing 737 Max Air mengalami kecelakaan ketika melakukan pendaratan di Bandara Internasional Mallam Aminu Kano pada Selasa (28/1).
Roda pendaratan pesawat itu rusak sehingga bagian hidung pesawat bergesekan dengan landasan pacu. Bukan cuma itu, ban belakang pesawat juga pecah ketika pesawat menyentuh landasan.
Kapal terbang itu membawa 53 penumpang dan enam awak kabin. Beruntung seluruhnya lolos dari maut.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Daftar Rentetan Kecelakaan Pesawat dalam 2 Bulan Terakhir
Pesawat Air Busan terbakar. (YONHAP / AFP)
Pesawat di Sudan
Sebuah pesawat kecil yang membawa pekerja minyak di Negara Bagian Unity, Sudan Selatan, jatuh kala lepas landas dari ibu kota Juba, pada Rabu (29/1).
Setidaknya 20 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Di antara penumpang pesawat, ada dua orang warga negara China dan satu orang warga negara India.
Hanya satu orang yang selamat dalam insiden tersebut.
Pihak berwenang hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan. Pesawat itu sendiri dioperasikan oleh Light Air Services Aviation Company dan para penumpang merupakan pekerja Greater Pioneer Operating Company (GPOC).
Pesawat Jeju Air Korea Selatan
Pesawat maskapai Jeju Air dengan nomor penerbangan 2216 kecelakaan saat melakukan pendaratan darurat di Bandara Muan, Korea Selatan.
Insiden itu terjadi pada 29 Desember lalu dan membuat geger dunia. Pasalnya, pesawat disebut terkena serangan burung (birdstrike) sebelum kecelakaan. Pesawat sendiri sudah sempat menyentuh landasan pacu namun berakhir menabrak beton di sekitar bandara karena roda pendaratan tak berfungsi.
Para pengamat menilai birdstrike hanya mengganggu mesin, bukan merusak roda pendaratan.
Hanya dua orang yang selamat dalam tragedi itu. Keduanya merupakan awak pesawat.