Israel mengeklaim mereka meluncurkan operasi itu untuk menghabisi milisi di Jenin, Tepi Barat.
Seperti apa wilayah Tepi Barat Palestina?
Tepi Barat memiliki luas 2.173 mil persegi atau 5.628 kilometer persegi dan berbatasan dengan Yordania dan Sebagian Laut Mati.
Tepi Berat punya sejumlah kota yakni Jenin, Nablus, Ramalah, Betlehem, dan Hebron di selatan Yerusalem.
Sebelum dikuasai Inggris pada 1917, Palestina merupakan wilayah yang utuh mencakup Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem.
Lalu muncul Deklarasi Balfour. Kesepakatan itu berisi semacam pembentukan negara Israel di tanah Palestina.
Kemudian pada 1947 usai Perang Dunia II berakhir, PBB mengusulkan rencana pemisahan wilayah Palestina. Mereka berencana memberi 55 persen wilayah ke Israel.
Yerusalem, yang berada di sebelah Tepi Barat, dalam kendali internasional.
Israel terus memperluas wilayah pendudukan di Palestina
Meski PBB sudah menetapkan pembagian, Israel terus menduduki dan memperluas kekuasaan mereka di Palestina. Lalu, mereka mendeklarasikan secara sepihak negara Israel.
Deklarasi sepihak itu memicu perang Arab-Israel pertama yang melibatkan Mesir, Irak Suriah, Yordania, melawan Israel.
Dalam perang itu, Yordania menduduki Yerusalem timur dan sekitarnya yang kini menjadi bagian dari Tepi Barat Palestina. Sementara itu, Mesir menduduki tepi pantai di utara Semenanjung Sinai yang mencakup Jalur Gaza.
Di bawah Yordania, perkembangan industri di Tepi Barat tak pernah kuat.
Kemudian pada 1988, Raja Yordania Hussein melepas semua tanggung jawab administratif atas Tepi Barat.
Pada September 1933, Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sepakat memperluas pemerintahan sendiri secara bertahap di Tepi Barat.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Israel menyerang Tepi Barat dengan dalih menghabisi milisi di wilayah itu, Brigade Jenin.
Brigade Jenin adalah kelompok paying milisi di Tepi Barat yang terdiri dari beberapa milisi yakni Brigade Martit Al Aqsa Fatag, Brigade Al Quds Jihad Islam, dan Brigade Al Qassam Hamas.
Kelompok-kelompok itu bersatu untuk melawan pendudukan Israel di kamp Tepi Barat.
Brigade Jenin sempat terlibat dengan Otoritas Palestina pada Desember 2024.
Pasukan keamanan PA mengklaim operasi itu untuk melindungi tanah air.
Selama operasi, mereka menembak ke arah warga Palestina, memaksa warga keluar rumah, membunuh warga tak bersenjata, anak berusia 13 tahun, dan komandan Brigade Jenin incaran Israel.
Media Israel, Israel Broadcasting Authority (IBA) melaporkan operasi penyerbuan PA di Jenin di bawah pengawasan pasukan Israel.
Sejumlah pihak menduga campur tangan PA terkait pengaturan politik di Brigade Jenin.
Saat itu, PA disebut sedang mempersiapkan kendali atas Gaza jika ada kesepakatan usai agresi Israel berakhir. Selama ini, mereka hanya mengontrol Tepi Barat dengan dukungan yang lemah dari warga.
Jakarta, CNN Indonesia --
Tepi Barat, Palestina, menjadi perhatian usai Israel membombardir wilayah itu meski ada gencatan senjata dengan Hamas.
Sejak awal 2025, pasukan Israel telah membunuh 70 orang termasuk 10 anak-anak di Tepi Barat.
Israel mengeklaim mereka meluncurkan operasi itu untuk menghabisi milisi di Jenin, Tepi Barat.
Seperti apa wilayah Tepi Barat Palestina?
Tepi Barat memiliki luas 2.173 mil persegi atau 5.628 kilometer persegi dan berbatasan dengan Yordania dan Sebagian Laut Mati.
Tepi Berat punya sejumlah kota yakni Jenin, Nablus, Ramalah, Betlehem, dan Hebron di selatan Yerusalem.
Sebelum dikuasai Inggris pada 1917, Palestina merupakan wilayah yang utuh mencakup Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem.
Lalu muncul Deklarasi Balfour. Kesepakatan itu berisi semacam pembentukan negara Israel di tanah Palestina.
Kemudian pada 1947 usai Perang Dunia II berakhir, PBB mengusulkan rencana pemisahan wilayah Palestina. Mereka berencana memberi 55 persen wilayah ke Israel.
Yerusalem, yang berada di sebelah Tepi Barat, dalam kendali internasional.
Israel terus memperluas wilayah pendudukan di Palestina
Meski PBB sudah menetapkan pembagian, Israel terus menduduki dan memperluas kekuasaan mereka di Palestina. Lalu, mereka mendeklarasikan secara sepihak negara Israel.
Deklarasi sepihak itu memicu perang Arab-Israel pertama yang melibatkan Mesir, Irak Suriah, Yordania, melawan Israel.
Dalam perang itu, Yordania menduduki Yerusalem timur dan sekitarnya yang kini menjadi bagian dari Tepi Barat Palestina. Sementara itu, Mesir menduduki tepi pantai di utara Semenanjung Sinai yang mencakup Jalur Gaza.
Di bawah Yordania, perkembangan industri di Tepi Barat tak pernah kuat.
Kemudian pada 1988, Raja Yordania Hussein melepas semua tanggung jawab administratif atas Tepi Barat.
Pada September 1933, Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sepakat memperluas pemerintahan sendiri secara bertahap di Tepi Barat.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Milisi di Tepi Barat
Wilayah Tepi Barat terus diombardir Israel selama gencatan senjata dengan Hamas. (REUTERS/Raneen Sawafta)
Israel menyerang Tepi Barat dengan dalih menghabisi milisi di wilayah itu, Brigade Jenin.
Brigade Jenin adalah kelompok paying milisi di Tepi Barat yang terdiri dari beberapa milisi yakni Brigade Martit Al Aqsa Fatag, Brigade Al Quds Jihad Islam, dan Brigade Al Qassam Hamas.
Kelompok-kelompok itu bersatu untuk melawan pendudukan Israel di kamp Tepi Barat.
Brigade Jenin sempat terlibat dengan Otoritas Palestina pada Desember 2024.
Pasukan keamanan PA mengklaim operasi itu untuk melindungi tanah air.
Selama operasi, mereka menembak ke arah warga Palestina, memaksa warga keluar rumah, membunuh warga tak bersenjata, anak berusia 13 tahun, dan komandan Brigade Jenin incaran Israel.
Media Israel, Israel Broadcasting Authority (IBA) melaporkan operasi penyerbuan PA di Jenin di bawah pengawasan pasukan Israel.
Sejumlah pihak menduga campur tangan PA terkait pengaturan politik di Brigade Jenin.
Saat itu, PA disebut sedang mempersiapkan kendali atas Gaza jika ada kesepakatan usai agresi Israel berakhir. Selama ini, mereka hanya mengontrol Tepi Barat dengan dukungan yang lemah dari warga.