"Senjata nuklir dalam waktu yang sangat singkat, bisa jadi satu tahun, atau bisa juga beberapa bulan," demikian pernyataan Israel.
Lalu seorang pejabat militer Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan Iran memiliki "cukup bahan fisi untuk 15 bom nuklir dalam beberapa hari".
Israel pemilik nuklir
Situs yang menentang kepemilikan nuklir, banmonitor.org, dengan tegas menyebutkan Israel memiliki persenjataan nuklir terkecil kedua di dunia.
"Israel adalah satu-satunya negara bersenjata nuklir yang belum secara resmi mengonfirmasi kepemilikan senjata nuklirnya," tulis situs itu dikutip Kamis (3/7).
Bersama dengan semua negara bersenjata nuklir lainnya, Israel memboikot negosiasi Perjanjian Larangan Senjata Nuklir (TPNW) pada tahun 2017. Sejak saat itu, Israel secara konsisten memberikan suara menentang resolusi tahunan Majelis Umum PBB tentang Perjanjian tersebut, termasuk pada tahun 2024.
Laporan yang diterbitkan oleh situs parlemen Inggris, UK Parliament, juga menegaskan Israel memiliki kebijakan resmi yang ambigu terkait senjata nuklir. Israel tidak pernah membenarkan atau membantah memiliki senjata nuklir dan tidak pernah melakukan uji coba nuklir.
Namun, secara umum diakui bahwa Israel memiliki kemampuan senjata nuklir yang dikembangkan di luar kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Bersama dengan India dan Pakistan, Israel oleh karena itu dianggap sebagai negara senjata nuklir de facto.
Laporan dari situs ini menyebutkan Israel diperkirakan memiliki persediaan nuklir sekitar 90 hulu ledak; sementara produksi plutonium untuk keperluan senjata diperkirakan terus berlanjut.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Berdasarkan laporan yang belum dikonfirmasi, Israel mungkin memiliki triad nuklir untuk mengirimkan kemampuan nuklirnya (melalui darat, laut dan/atau udara).
Seorang ahli fisika yang pernah duduk di komisioner Pengaturan Nuklir AS Victor Gilinsky, menulis khusus tentang senjata nuklir negeri zionis di situs thebuletin.
"Ironisnya, Israel merasa bebas untuk menyinggung senjata nuklir mereka kapan pun mereka merasa itu berguna," tulisnya.
Contoh terbaik adalah pidato Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tahun 2016 saat menerima Rahav, kapal selam terbaru yang dipasok oleh Jerman. The Times of Israel menuliskan, menggambarkan kapal selam itu sebagai alutsista yang "mampu mengirimkan muatan nuklir."
Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan, "Di atas segalanya, armada kapal selam kami bertindak sebagai pencegah bagi musuh-musuh kami. Mereka perlu tahu bahwa Israel dapat menyerang, dengan kekuatan besar, siapa pun yang mencoba menyakitinya."
"Bagaimana lagi, selain dengan senjata nuklir, kapal selam dapat menjadi pencegah?" tulis Victor Gilinsky
Sementara Israel tidak menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) 1970, negara itu menandatangani dan meratifikasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Terbatas 1963 , yang mewajibkan para pihak untuk tidak meledakkan perangkat nuklir di atmosfer atau lautan.
Bahkan sekutu Israel, Amerika Serikat, tidak berkutik. Sejak John Kennedy, tidak ada presiden AS yang mencoba mengendalikan program nuklir Israel.
Penggantinya, Lyndon Johnson, tidak menantang Israel dalam masalah nuklir (dan menutup-nutupi upaya Israel selama perang enam hari tahun 1967 untuk menenggelamkan kapal mata-mata AS Liberty).
"Begitulah pengaruh politik Israel di Amerika Serikat," kata Gilinsky.
Jakarta, CNN Indonesia --
Serangan Israel ke Iran karena ingin menghancurkan instalasi nuklir.
Bagi Israel, Iran tak boleh memiliki senjata nuklir seperti dikatakan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu.
"Senjata nuklir dalam waktu yang sangat singkat, bisa jadi satu tahun, atau bisa juga beberapa bulan," demikian pernyataan Israel.
Lalu seorang pejabat militer Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan Iran memiliki "cukup bahan fisi untuk 15 bom nuklir dalam beberapa hari".
Israel pemilik nuklir
Situs yang menentang kepemilikan nuklir, banmonitor.org, dengan tegas menyebutkan Israel memiliki persenjataan nuklir terkecil kedua di dunia.
"Israel adalah satu-satunya negara bersenjata nuklir yang belum secara resmi mengonfirmasi kepemilikan senjata nuklirnya," tulis situs itu dikutip Kamis (3/7).
Bersama dengan semua negara bersenjata nuklir lainnya, Israel memboikot negosiasi Perjanjian Larangan Senjata Nuklir (TPNW) pada tahun 2017. Sejak saat itu, Israel secara konsisten memberikan suara menentang resolusi tahunan Majelis Umum PBB tentang Perjanjian tersebut, termasuk pada tahun 2024.
Laporan yang diterbitkan oleh situs parlemen Inggris, UK Parliament, juga menegaskan Israel memiliki kebijakan resmi yang ambigu terkait senjata nuklir. Israel tidak pernah membenarkan atau membantah memiliki senjata nuklir dan tidak pernah melakukan uji coba nuklir.
Namun, secara umum diakui bahwa Israel memiliki kemampuan senjata nuklir yang dikembangkan di luar kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Bersama dengan India dan Pakistan, Israel oleh karena itu dianggap sebagai negara senjata nuklir de facto.
Laporan dari situs ini menyebutkan Israel diperkirakan memiliki persediaan nuklir sekitar 90 hulu ledak; sementara produksi plutonium untuk keperluan senjata diperkirakan terus berlanjut.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Israel Punya Triad Senjata Nuklir
Rudal Arrow 3 Israel. (AFP/HO)
Berdasarkan laporan yang belum dikonfirmasi, Israel mungkin memiliki triad nuklir untuk mengirimkan kemampuan nuklirnya (melalui darat, laut dan/atau udara).
Seorang ahli fisika yang pernah duduk di komisioner Pengaturan Nuklir AS Victor Gilinsky, menulis khusus tentang senjata nuklir negeri zionis di situs thebuletin.
"Ironisnya, Israel merasa bebas untuk menyinggung senjata nuklir mereka kapan pun mereka merasa itu berguna," tulisnya.
Contoh terbaik adalah pidato Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tahun 2016 saat menerima Rahav, kapal selam terbaru yang dipasok oleh Jerman. The Times of Israel menuliskan, menggambarkan kapal selam itu sebagai alutsista yang "mampu mengirimkan muatan nuklir."
Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan, "Di atas segalanya, armada kapal selam kami bertindak sebagai pencegah bagi musuh-musuh kami. Mereka perlu tahu bahwa Israel dapat menyerang, dengan kekuatan besar, siapa pun yang mencoba menyakitinya."
"Bagaimana lagi, selain dengan senjata nuklir, kapal selam dapat menjadi pencegah?" tulis Victor Gilinsky
Sementara Israel tidak menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) 1970, negara itu menandatangani dan meratifikasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Terbatas 1963 , yang mewajibkan para pihak untuk tidak meledakkan perangkat nuklir di atmosfer atau lautan.
Bahkan sekutu Israel, Amerika Serikat, tidak berkutik. Sejak John Kennedy, tidak ada presiden AS yang mencoba mengendalikan program nuklir Israel.
Penggantinya, Lyndon Johnson, tidak menantang Israel dalam masalah nuklir (dan menutup-nutupi upaya Israel selama perang enam hari tahun 1967 untuk menenggelamkan kapal mata-mata AS Liberty).
"Begitulah pengaruh politik Israel di Amerika Serikat," kata Gilinsky.