Kisah 'Manusia Tank', Perlawanan Warga di Unjuk Rasa Tiananmen China

CNN Indonesia
Senin, 01 Sep 2025 03:16 WIB
Kisah manusia tank saat unjuk rasa di lapangan Tiananmen China, adang tank tentara melaju ke arah demonstran.
Peristiwa Tiananmen di China pada tahun 1989. (AFP PHOTO/TOMMY CHENG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu aksi unjuk rasa paling banyak dibicarakan dan banyak diliput media adalah unjuk rasa di lapangan Tiananmen, Beijing, China.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung pada 3-4 Juni 1989 itu, dihadapi dengan keras oleh pemerintah China di bawah Perdana Menteri Li Peng dan didukung seniornya, Deng Xiaoping.

Tak ada angka pasti jatuhnya korban, sebab pemerintah China menutup-nutupi angka pasti. Hitungan pemerintah menyebut angka yang tewas adalah 241 (termasuk tentara), dengan sekitar 7.000 orang terluka. Namun para pegiat hak asasi manusia memperkirakan jumlah korban lebih banyak lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi demonstrasi yang dimotori mahasiswa ini dipicu oleh kematian mahasiswa Hu pada pertengahan April. Pada hari pemakamannya, puluhan ribu mahasiswa berkumpul di Lapangan Tiananmen menuntut demokrasi dan reformasi lainnya.

Tuntutan demokrasi dan reformasi ini kemudian terus menggema. Namun di kalangan pemerintah Partai Komunis China (PKC), tuntutan ini dilabeli sebagai "kontrarevolusiober".

Tak pelak, tentara pun diturunkan untuk mengamankan aksi yang berlangsung serentak di sejumlah kota seperti Shanghai, Nanjing, Xi'an, Changsha, dan Chengdu, termasuk Beijing yang terbesar.

Pada titik ini, pemerintah Tiongkok berusaha keras untuk mengendalikan pesan yang disebarkan ke seluruh dunia. Beberapa hari sebelum tindakan keras dimulai, China telah berupaya menghentikan semua media berita Amerika Serikat, termasuk CNN, untuk menyiarkan langsung di Beijing.

Mengutip Britannica, selama dua minggu terakhir bulan Mei, darurat militer diberlakukan di Beijing, dan pasukan militer ditempatkan di sekitar kota. Namun, upaya pasukan untuk mencapai Lapangan Tiananmen digagalkan ketika warga Beijing membanjiri jalan dan memblokir jalan mereka.

Para pengunjuk rasa tetap berbondong-bondong di Lapangan Tiananmen, berpusat di sekitar patung plester Dewi Demokrasi, di dekat ujung utara alun-alun. Wartawan Barat juga hadir di sana, sering kali meliput peristiwa tersebut secara langsung.

Manusia tank

Namun hal yang paling ikonik dari unjuk rasa ini adalah hadirnya sosok lelaki berbaju putih dan menenteng tas yang menghalangi tank yang melaju ke para demonstran di tengah lapangan.

Aksi pria yang tidak diketahui identitasnya itu, dengan cukup berani menghalangi laju tank bahkan sempat melompat ke atasnya. Bahkan saat tank bergerak ke kiri, pria itu pun tetap berusaha menghalanginya. Hingga akhirnya ada dua orang yang menyelamatkannya.

Akhirnya spekulasi pun beredar. Ada yang menyebut dia adalah pria 19 tahun bernama Wang Weilin, meski tak bisa divalidasi.Pemerintah China pun tak mau memberi penjelasan rinci.

Sekretaris Jenderal Partai Komunis China, Jiang Zemin pada tahun 1990 menyatakan bahwa manusia tank tidak dibunuh. Spekulasi dan teka-teka siapa sosok itu pun masih misterius.

Munculnya foto manusia tank adalah hasil bidikan Jeff Widener, fotografer Associated Press. "Selalu ada risiko besar ditangkap dan filmnya disita," kata Jeff Widener.

Martsen, mahasiswa yang membantu Widener masuk ke Hotel Beijing, memasukkan film "Tank Man" ke dalam celana dalamnya dan menyelundupkannya keluar hotel. Foto-foto itu segera disiarkan melalui saluran telepon ke seluruh dunia.

(imf/dna)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER