Turki Boikot Urusan Bisnis-Ekonomi dengan Israel, Tutup Wilayah Udara

CNN Indonesia
Sabtu, 30 Agu 2025 10:20 WIB
Turki memutuskan segala hubungan ekonomi dan bisnis dengan Israel imbas agresi brutal pasukan Tel Aviv ke Palestina yang tak kunjung henti sejak Oktober 2023. (Foto: AFP/Adem Altan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Turki memutuskan hubungan ekonomi dengan Israel imbas agresi brutal pasukan Tel Aviv ke Palestina yang tak kunjung henti sejak Oktober 2023.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengonfirmasi negara ini memutus total hubungan komersial dengan negara pimpinan Benjamin Netanyahu dan menutup wilayah udara bagi pesawat Israel.

"Kami sepenuhnya memutus perdagangan dengan Israel. Kami tak mengizinkan kapal-kapal Turki masuk pelabuhan Israel, kami tak izinkan pesawat mereka masuk wilayah udara kami," kata Fidan saat rapat di parlemen Turki terkait situasi Jalur Gaza, Jumat (29/8), dikutip Al Jazeera.

Penutupan wilayah udara itu akan menyebabkan pengalihan perjalanan dan waktu tempuh penerbangan yang lebih lama bagi pesawat-pesawat Israel.

Lebih lanjut, Fidan menegaskan Israel telah melakukan genosida di Gaza selama dua tahun terakhir dan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dasar tepat di depan mata dunia.

Langkah ini diambil usai otoritas pelabuhan Turki secara informal mulai meminta agen pengiriman memberi surat atau jaminan tertulis yang menyatakan tak terafiliasi dengan Israel dan tidak mengangkut material berbahaya.

Pemutusan hubungan ini bukan kali pertama. Tahun lalu, Turki juga memutus hubungan dagang dengan Israel.

"Turki telah memutus hubungan ekonomi dengan Israel di masa lalu (dan akan terus berlanjut," kata salah satu pejabat Israel ke Jerusalem Post.

Turki adalah salah satu negara yang lantang mendukung kemerdekaan Palestina dan mengecam habis-habisan Israel. Di awal agresi, Presiden Recep Tayyip Erdogan bahkan pernah mengumumkan masa berkabung tiga hari, sebagai bentuk dukungan warga di Gaza.

Negara tersebut juga kerap menyampaikan dukungan ke Palestina di forum-forum internasional. Erdogan bahkan tak segan mengecam negara-negara Barat yang dianggap punya standar ganda terkait agresi Israel di Palestina.

Israel meluncurkan agresi brutal ke Palestina sejak Oktober 2023. Selama itu, mereka menggempur habis-habisan warga dan objek sipil. Hingga kini, lebih dari 62.000 orang di Palestina tewas dan jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi.

(isa/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK