Bendera One Piece di Demo RI Menjalar ke Nepal hingga Prancis
CNN Indonesia
Jumat, 12 Sep 2025 10:49 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Para pedemo di Nepal membentangkan bendera One Piece. (REUTERS/Navesh Chitrakar)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bendera bajak laut Jolly Roger dari anime One Piece yang sempat digunakan sejumlah pedemo di Indonesia kini menjalar di demo Nepal hingga Prancis.
Straits Times melaporkan bendera Jolly Roger pertama kali digunakan dalam protes oleh massa aksi Indonesia di sejumlah demonstrasi beberapa tahun terakhir.
Pada Agustus jelang hari kemerdekaan, sejumlah warga memasang bendera kelompok bajak laut pimpinan Luffy. Biasanya di bulan ini, warga memasang bendera kebangsaan: merah putih. Lalu, muncul imbauan agar masyarakat tak mengibarkan bendera itu di sekitar rumah dan hanya boleh memasang merah putih.
Masih di bulan yang sama, bendera Jolly Roger makin berkibar setelah kematian pengemudi ojek online Affan Kurniawan pada 28 Agustus. Ia tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah demonstrasi. Saat itu, Affan tak ikut demo, dia hanya mengantar pesanan makanan untuk pelanggan.
Tengkorak kartun di kain hitam, yang dulunya hanya terbatas pada penggemar anime Jepang, kini jadi ikon protes di beberapa wilayah Asia.
Bendera Jolly Roger muncul dalam protes di Filipina hingga Nepal. Di Nepal, para pengunjuk rasa mengadopsi bendera Jolly Roger selama demonstrasi antikorupsi.
Di Kathmandu para demonstran mengibarkan bendera sembari mengecam korupsi, sensor, dan pemerintahan yang otoritas.
Bagi anak muda Nepal; seperti Rohan Rai bendera tersebut melambangkan kebebasan, kesetiaan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan.
Bendera tersebut dipakai dalam unjuk rasa warga Nepal setelah mereka melihat sejumlah demonstran Indonesia menggunakan dalam protes.
"Kami terinspirasi oleh mereka. Kami harus memberikan penghargaan yang sepantasnya, dan para pemuda di sini terinspirasi oleh mereka," ujar Rai dikutip dari the Straits Times.
Netizen Nepal lain @sunshine.aroma5656 mengatakan "tidak ada yang lebih hebat" daripada melihat bendera One Piece berkibar sebagai "simbol protes terhadap korupsi".
Dia juga mengatakan sebagian orang mungkin mengabaikan penggunaan lambang anime, tetapi bendera tersebut perwujudan semangat pemberontakan dan pengejaran kebebasan.
"Mereka memberontak, memperjuangkan kebebasan, dan sekarang giliran kita. Dunia yang korup di One Piece mencerminkan negara kita saat ini, dan inilah saatnya untuk bangkit dan memberontak," ungkap dia.
Akun Instagram @nonextquestion turut mengunggah penggunaan bendera One Piece dalam demonstrasi di Nepal.
Di Filipina, bendera Jolly Roger terlihat saat lomba lari antikorupsi di Universitas Filipina Diliman, Quezon City. Kompetisi ini diikuti lebih dari 1.000 peserta.
Foto-foto acara tersebut kemudian dibagikan di forum One Piece di Reddit, yang memiliki lebih dari 1,6 juta pengikut.
Tak cuma di Asia, bendera Jolly Roger juga berkibar dalam unjuk rasa di Prancis pada 10 September. Massa memprotes kebijakan pemangkasan layanan publik dan anggaran Presiden Emmanuel Macron.
Dalam demonstrasi itu, tampak sejumlah warga mengenakan topi jerami, topi khas Luffy, dan membawa versi bendera yang digambar tangan dan simbol-simbol lain dari One Piece.
Kepala departemen komunikasi dan media baru di Universitas Nasional Singapura, Natale Pang, mencatat meski bendera bajak laut secara historis digunakan untuk mengintimidasi dan menanamkan rasa takut, One Piece telah menata ulang bendera sebagai simbol kebebasan, persahabatan, dan pengejaran mimpi.
Lebih lanjut, Pang menerangkan bendera bajak laut Jolly Roger bergema di berbagai budaya karena simbol-simbol tersebut menyaring ide-ide rumit menjadi visual yang sederhana tetapi menonjol.
"Simbol ini bisa sangat efektif untuk ekspresi kolektif sekaligus mobilisasi karena orang-orang bisa bersatu berdasarkan makna dan nilai bersama yang mereka anggap diwakili oleh simbol tersebut," ujar Pang.
Pang mengatakan apa yang terjadi dengan bendera-bendera bisa dilihat sebagai campuran budaya populer dan politik.
"Simbol-simbol tersebut tidak hanya dibentuk oleh isu-isu politik dan sosial, tetapi juga membentuk bagaimana orang berpartisipasi dalam politik, baik itu protes, musyawarah, maupun diskusi," ungkap dia.
Jakarta, CNN Indonesia --
Bendera bajak laut Jolly Roger dari anime One Piece yang sempat digunakan sejumlah pedemo di Indonesia kini menjalar di demo Nepal hingga Prancis.
Straits Times melaporkan bendera Jolly Roger pertama kali digunakan dalam protes oleh massa aksi Indonesia di sejumlah demonstrasi beberapa tahun terakhir.
Pada Agustus jelang hari kemerdekaan, sejumlah warga memasang bendera kelompok bajak laut pimpinan Luffy. Biasanya di bulan ini, warga memasang bendera kebangsaan: merah putih. Lalu, muncul imbauan agar masyarakat tak mengibarkan bendera itu di sekitar rumah dan hanya boleh memasang merah putih.
Masih di bulan yang sama, bendera Jolly Roger makin berkibar setelah kematian pengemudi ojek online Affan Kurniawan pada 28 Agustus. Ia tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah demonstrasi. Saat itu, Affan tak ikut demo, dia hanya mengantar pesanan makanan untuk pelanggan.
Tengkorak kartun di kain hitam, yang dulunya hanya terbatas pada penggemar anime Jepang, kini jadi ikon protes di beberapa wilayah Asia.
Bendera Jolly Roger muncul dalam protes di Filipina hingga Nepal. Di Nepal, para pengunjuk rasa mengadopsi bendera Jolly Roger selama demonstrasi antikorupsi.
Di Kathmandu para demonstran mengibarkan bendera sembari mengecam korupsi, sensor, dan pemerintahan yang otoritas.
Bagi anak muda Nepal; seperti Rohan Rai bendera tersebut melambangkan kebebasan, kesetiaan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan.
Bendera tersebut dipakai dalam unjuk rasa warga Nepal setelah mereka melihat sejumlah demonstran Indonesia menggunakan dalam protes.
"Kami terinspirasi oleh mereka. Kami harus memberikan penghargaan yang sepantasnya, dan para pemuda di sini terinspirasi oleh mereka," ujar Rai dikutip dari the Straits Times.
Netizen Nepal lain @sunshine.aroma5656 mengatakan "tidak ada yang lebih hebat" daripada melihat bendera One Piece berkibar sebagai "simbol protes terhadap korupsi".
Dia juga mengatakan sebagian orang mungkin mengabaikan penggunaan lambang anime, tetapi bendera tersebut perwujudan semangat pemberontakan dan pengejaran kebebasan.
"Mereka memberontak, memperjuangkan kebebasan, dan sekarang giliran kita. Dunia yang korup di One Piece mencerminkan negara kita saat ini, dan inilah saatnya untuk bangkit dan memberontak," ungkap dia.
Akun Instagram @nonextquestion turut mengunggah penggunaan bendera One Piece dalam demonstrasi di Nepal.
Di Filipina, bendera Jolly Roger terlihat saat lomba lari antikorupsi di Universitas Filipina Diliman, Quezon City. Kompetisi ini diikuti lebih dari 1.000 peserta.
Foto-foto acara tersebut kemudian dibagikan di forum One Piece di Reddit, yang memiliki lebih dari 1,6 juta pengikut.
Para pedemo di Prancis membentangkan bendera One Piece. (REUTERS/Abdul Saboor)
Tak cuma di Asia, bendera Jolly Roger juga berkibar dalam unjuk rasa di Prancis pada 10 September. Massa memprotes kebijakan pemangkasan layanan publik dan anggaran Presiden Emmanuel Macron.
Dalam demonstrasi itu, tampak sejumlah warga mengenakan topi jerami, topi khas Luffy, dan membawa versi bendera yang digambar tangan dan simbol-simbol lain dari One Piece.
Kepala departemen komunikasi dan media baru di Universitas Nasional Singapura, Natale Pang, mencatat meski bendera bajak laut secara historis digunakan untuk mengintimidasi dan menanamkan rasa takut, One Piece telah menata ulang bendera sebagai simbol kebebasan, persahabatan, dan pengejaran mimpi.
Lebih lanjut, Pang menerangkan bendera bajak laut Jolly Roger bergema di berbagai budaya karena simbol-simbol tersebut menyaring ide-ide rumit menjadi visual yang sederhana tetapi menonjol.
"Simbol ini bisa sangat efektif untuk ekspresi kolektif sekaligus mobilisasi karena orang-orang bisa bersatu berdasarkan makna dan nilai bersama yang mereka anggap diwakili oleh simbol tersebut," ujar Pang.
Pang mengatakan apa yang terjadi dengan bendera-bendera bisa dilihat sebagai campuran budaya populer dan politik.
"Simbol-simbol tersebut tidak hanya dibentuk oleh isu-isu politik dan sosial, tetapi juga membentuk bagaimana orang berpartisipasi dalam politik, baik itu protes, musyawarah, maupun diskusi," ungkap dia.