WNI Tewas di Kebakaran Apartemen Hong Kong Bertambah Jadi 9 Orang

CNN Indonesia
Minggu, 30 Nov 2025 16:00 WIB
Kemlu menyatakan korban WNI tewas di insiden kebakaran apartemen di Hong Kong bertambah dua orang hingga kini jumlahnya 9 orang.
Kemlu menyatakan korban WNI tewas di insiden kebakaran apartemen di Hong Kong bertambah dua orang hingga kini jumlahnya 9 orang. (REUTERS/Tyrone Siu)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal dunia dalam kebakaran besar di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong kembali bertambah.

Berdasarkan pembaruan data dari Hong Kong Police Force hingga Minggu (30/11) pukul 12.20 HKT, Kementerian Luar Negeri RI mencatat adanya tambahan dua WNI yang meninggal dunia dan satu WNI luka-luka.

"Total jumlah WNI korban meninggal dunia yang telah terkonfirmasi menjadi 9 orang dan korban luka-luka menjadi 3 orang," demikian pernyataan resmi Kemenlu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, KJRI Hong Kong juga melaporkan seluruh WNI yang menjadi korban meninggal merupakan perempuan dan pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor domestik. Sementara satu WNI lainnya masih menjalani perawatan dengan kondisi stabil.

KJRI Hong Kong telah mengirimkan tim ke sejumlah lokasi terdampak untuk membantu proses identifikasi, konsolidasi data, serta distribusi bantuan darurat bagi para WNI. Posko kedaruratan juga telah dibuka di Gedung KJRI dan Tai Po Community untuk memfasilitasi penelusuran informasi serta pendampingan bagi para PMI yang tinggal di area tersebut.

"Turut menjalin komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat guna menjaring informasi keberadaan dan kondisi WNI/PMI yang mungkin terdampak," tulis KJRI dalam keterangannya.

Hingga kini, verifikasi terhadap 79 WNI/PMI masih berlangsung, sementara 61 lainnya sudah dipastikan keberadaan dan kondisinya, termasuk para korban meninggal dunia.

Kebakaran hebat melanda tujuh dari delapan gedung apartemen di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, pada Rabu (26/11) siang hingga malam waktu setempat. Insiden ini disebut sebagai salah satu kebakaran terbesar di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir, menewaskan 128 orang dan melukai puluhan lainnya.

Sekitar 140 WNI, seluruhnya pekerja migran sektor domestik, tercatat tinggal dan bekerja di kompleks tersebut. Kebakaran diduga cepat menyebar akibat jaring konstruksi yang menutupi gedung, yang menurut polisi seharusnya tidak mudah terbakar.

Pemerintah Hong Kong telah menahan 11 orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pembunuhan terkait kebakaran ini. Total sekitar 4.000 penghuni tinggal di kompleks yang terdiri dari sekitar 2.000 unit apartemen tersebut, banyak di antaranya merupakan lansia.

Data sebelumnya dari otoritas Hong Kong menyebutkan jumlah WNI meninggal dunia adalah tujuh orang sebelum adanya pembaruan terakhir dari Kemenlu.

(del/fea)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER