Demo Berdarah di Iran, 7 Orang Tewas sampai Massa Ngamuk Bakar Gedung
Demonstrasi yang memprotes krisis ekonomi di Iran yang kian parah kini berubah menjadi demo berdarah menyusul tujuh orang dilaporkan tewas saat aksi berlangsung.
Media Iran, Iran International, melaporkan setidaknya tiga pedemo tewas dalam unjuk rasa di Kota Azna. Sementara itu, empat orang juga dilaporkan tewas dalam bentrokan di wilayah lain.
Iran diguncang demo sejak Minggu (28/12) buntut sanksi internasional yang melemahkan perekonomian negara itu. Pada Minggu, nilai tukar rial terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencapai level terendah sepanjang masa, yakni 1,42 juta per dolar.
Warga Iran, utamanya para pedagang, mengeluh karena tak sanggup lagi bersaing di pasaran. Ditambah, pemerintah dinilai tak acuh dengan masalah tersebut.
Selama berpuluh-puluh tahun, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ke Iran hingga perekonomian Teheran merosot. Kondisi itu kian parah setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberlakukan kembali sanksi internasional karena program nuklir Iran.
Demo yang awalnya dipicu oleh masalah ekonomi ini sendiri kemudian berubah menjadi tuntutan untuk mengganti rezim.
Para pengunjuk rasa di berbagai kota kini mulai meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah dan pro-monarki.
Menurut Iran International, ini pertama kalinya dalam lima dekade slogan pro-monarki bergema dan mendominasi demo di Iran.
Video-video demo yang diunggah Iran International menunjukkan sejumlah massa aksi membakar seminari Syiah di wilayah barat Iran. Patung mantan komandan pasukan Quds IRGC, Qassem Soleimani, juga dibakar di Kota Lali saat malam peringatan kematiannya dalam serangan AS pada 2020.
Demonstrasi ini terus berlangsung hingga Kamis saat malam tahun baru. Para pedemo meneriakkan berbagai slogan anti-rezim yang menyasar Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Pasukan keamanan Iran, yang mengawasi aksi demo, pada waktu yang sama dilaporkan terlibat bentrokan dan melepas tembakan ke arah demonstran.
Di sejumlah titik demo, terlihat mobil-mobil dibakar. Kantor berita Mehr pada Kamis juga melaporkan kantor pemimpin salat Jumat di Kota Junqan turut menjadi target pembakaran.
Pada Senin (29/12), pemerintah Iran telah mengumumkan bahwa posisi gubernur bank sentral kini diganti oleh mantan Menteri Ekonomi dan Keuangan Abdolnasser Hemmati. Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Kamis (31/12) kemudian menunjuk sang mantan gubernur bank sentral, Mohammad-Reza Farzin, sebagai ajudan ekonomi khususnya.
(blq/rds)