Vietnam Perketat Sanksi dan Denda Bagi Perokok sampai Pemakai Vape

CNN Indonesia
Jumat, 02 Jan 2026 21:10 WIB
Vietnam memperketat aturan rokok elektronik atau vape dan produk tembakau lainnya dengan menjatuhkan denda hingga 10 juta dong (sekitar Rp6 juta).
Vietnam memperketat aturan rokok elektronik atau vape dan produk tembakau lainnya dengan menjatuhkan denda hingga 10 juta dong (sekitar Rp6 juta). (Foto: DodgertonSkillhause/morgueFile)
Jakarta, CNN Indonesia --

Vietnam memperketat aturan rokok elektronik atau vape dan produk tembakau lainnya dengan menjatuhkan denda hingga 10 juta dong (sekitar Rp6 juta).

Denda tersebut akan dikenakan kepada individu yang mengizinkan penggunaan rokok elektronik di tempat milik mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan Dekret 371 yang baru diterbitkan, pengguna rokok elektronik atau tembakau yang dipanaskan dapat dikenai denda sebesar tiga juta hingga lima juta dong (sekitar Rp1,9 juta-Rp3,2 juta), dikutip The Straits Times.

Selain itu, aparat berwenang Vietnam akan menyita dan memusnahkan produk yang melanggar ketentuan tersebut.

Regulasi ini juga menargetkan pihak yang menyediakan tempat untuk aktivitas tersebut.

Individu yang mengizinkan penggunaan rokok elektronik atau tembakau yang dipanaskan di tempat milik atau kelolaannya dapat didenda lima juta hingga 10 juta dong (sekitar Rp3,2 juta-Rp6 juta).

Sementara itu, organisasi menghadapi sanksi dua kali lipat, dengan maksimal 20 juta dong (sekitar Rp12 juta) untuk pelanggaran serupa.

Rokok elektronik adalah perangkat yang memanaskan cairan, baik mengandung nikotin maupun tidak, untuk menghasilkan aerosol yang dapat dihirup.

Sementara itu, produk tembakau yang dipanaskan menggunakan tembakau olahan khusus tanpa proses pembakaran.

Para pejabat Vietnam menyatakan kebijakan ini sebagai langkah pengetatan pengawasan.

Langkah tersebut diambil di tengah pesatnya penyebaran produk tembakau alternatif, khususnya di kalangan anak muda, yang dinilai menimbulkan risiko baru bagi kesehatan masyarakat.

(rnp/rds)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER