Fakta-fakta Demo Berdarah di Iran
Demo berdarah di Iran telah memasuki hari keenam pada Jumat (2/1). Gelombang demo itu terus meningkat dan meluas ke berbagai wilayah seiring dengan bentrokan yang memanas antara massa dan aparat keamanan.
CNNIndonesia.com telah merangkum fakta-fakta protes terbesar di Iran sejak 2022 ini.
1. Penyebab demo meletus
Aksi protes di Iran dipicu keluhan warga atas anjloknya nilai tukar rial terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang pada Minggu (28/12) mencapai level terendah sepanjang masa, yakni 1,42 juta per dolar.
Pedagang mengeluh sulit bersaing di pasaran, sementara pejabat tak acuh dengan kondisi tersebut.
Selama berpuluh-puluh tahun, perekonomian di Iran terperosok buntut sanksi negara-negara Barat. Kondisi itu kian parah setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberlakukan kembali sanksi internasional karena program nuklir Iran.
Pada Desember, inflasi di Iran tercatat mencapai 52 persen year-on-year. Sejumlah ekonom telah memperingatkan bahwa Iran berpotensi mengalami krisis pasokan pangan nasional apabila stabilitas mata uang tak segera ditangani.
2. Apa tuntutan warga?
Rakyat Iran awalnya mendesak agar pemerintah segera mengatasi krisis moneter. Namun tak lama kemudian, tuntutan itu berubah menjadi desakan perubahan rezim.
Para pedemo mulai menyerukan slogan anti-rezim Ayatollah Ali Khamenei dan mendesak Iran kembali ke monarki.
Di berbagai daerah, warga menuntut agar Reza Pahlavi memerintah negara tersebut. Reza Pahlavi merupakan Putra Mahkota terakhir Kerajaan Iran sekaligus Kepala Dinasti Pahlavi yang kini diasingkan dari Iran.
3. Jumlah korban
Menurut kelompok hak asasi manusia (HAM) yang dikutip Iran International, setidaknya tujuh demonstran tewas dalam aksi tersebut. Lebih dari 30 orang terluka dan 119 orang ditangkap.
Pasukan keamanan di berbagai wilayah dilaporkan merespons massa dengan keras usai demo berujung ricuh. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan mobil-mobil dan gedung dibakar.
Beberapa pengunjuk rasa juga melempar batu ke gedung-gedung administrasi kota, serta ke kantor gubernur, masjid, yayasan, balai kota, dan bank, demikian laporan kantor berita semi-resmi Fars.
4. AS-Israel kompori demo
Sejak demo meletus, Amerika Serikat dan Israel kompak mengompori rakyat Iran untuk menggulingkan rezim Khamenei.
Pada Minggu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel mengeklaim demo meletus di Iran karena masyarakat sudah muak dengan rezim Khamenei.
"Rakyat Iran sudah muak dengan rezim dan perekonomian yang kolaps," demikian pernyataan Kemlu Israel di akun X berbahasa Persia pada Minggu (28/12).
Kemlu AS pada Senin (29/12) juga menyatakan, protes rakyat Iran adalah tuntutan yang sah, yang harus ditanggapi dengan tepat alih-alih dibungkam.
"Republik Islam Iran harus menghormati hak-hak mendasar rakyat Iran dan menanggapi tuntutan sah mereka, bukannya membungkamnya. Amerika Serikat mendukung rakyat Iran dalam upaya mereka untuk menyampaikan suara mereka," demikian pernyataan Kemlu AS.
Pada Jumat, Presiden AS Donald Trump bahkan ikut berkomentar dengan menyebut Washington 'siap siaga' untuk turun tangan membantu perjuangan rakyat Iran.
"Jika Iran menembak dan membunuh para pedemo secara brutal, yang telah menjadi kebiasaan mereka, Amerika Serikat akan datang untuk menyelamatkan demonstran," kata Trump dalam pernyataan di Truth Social, Jumat (2/1).
Lihat Juga : |
5. Respons pemerintah Iran
Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah meminta masyarakat untuk tenang dan mendesak pemerintah segera menanggapi kekhawatiran rakyat.
"Jika masyarakat tidak puas, kitalah yang harus disalahkan. Jangan menyalahkan Amerika atau siapa pun. Kita harus melayani dengan baik agar masyarakat puas dengan kita," kata Pezeshkian, seperti dikutip kantor berita IRNA.
Pada Senin, pemerintah Iran telah mengumumkan bahwa posisi gubernur bank sentral kini diganti dengan mantan Menteri Ekonomi dan Keuangan Abdolnasser Hemmati. Pezeshkian kemudian menunjuk mantan gubernur bank sentral, Mohammad-Reza Farzin, sebagai ajudan ekonomi khususnya.
Ia berharap langkah tersebut bisa segera mengatasi keluhan rakyat.
(blq/asr)