Kembang Api Jadi Sebab Awal Kebakaran Tewaskan 40 Orang di Bar Swiss

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Jan 2026 09:45 WIB
Temuan awal penyelidikan menunjukkan, kembang api yang diikatkan pada botol sampanye jadi pemicu awal kebakaran yang terjadi di bar Swiss pada malam tahun baru.
Ilustrasi. Temuan awal penyelidikan menunjukkan, kembang api yang diikatkan pada botol sampanye jadi pemicu awal kebakaran yang terjadi di bar Swiss pada malam tahun baru. (REUTERS/Denis Balibouse)
Jakarta, CNN Indonesia --

Temuan penyelidikan awal menunjukkan pemicu awal kebakaran dahsyat di sebuah bar di Crans Montana, Swiss pada pesta malam tahun baru, Rabu (31/12) lalu.

Kembang api yang diikatkan pada botol sampanye diduga telah memicu kebakaran tersebut.

"Semua indikasi menunjukkan bahwa api bermula dari lilin [kembang api] atau 'lampu Bengal' yang diikatkan pada botol sampanye," ujar Jaksa Beatrice Pilloud dalam konferensi pers, Jumat (2/1), melansir Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberadaan api disebut terlalu dekat dengan langit-langit bar. Dari sana, lanjut Pilloud, kebakaran hebat terjadi dan meluas dengan cepat.

Penyelidikan ini juga akan memeriksa apakah busa pada langit-langit menjadi penyebab api yang menjalar dengan cepat.

"Investigasi lebih lanjut akan menunjukkan apakah ada pihak yang perlu dimintai pertanggungjawaban pidana atas kelalaian tersebut," ujar Pilloud.

Sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dalam kebakaran yang melanda bar Le Constellation itu. Sementara sisanya mengalami luka bakar.

Saat ini, para penyidik tengah fokus untuk mengidentifikasi jenazah yang terbakar. Pihak setempat mengingatkan bahwa proses ini akan memakan waktu cukup lama.

Luka bakar yang dialami korban terbilang parah, hingga dibutuhkan beberapa hari sebelum mereka bisa mengidentifikasi jenazah.

"Banyak dari mereka yang terluka masih berjuang untuk hidup hingga hari ini," ujar kepala wilayah Valais, Mathias Reynard, dalam konferensi pers yang sama.

Sekitar 50 korban luka telah atau akan dipindahkan ke unit perawatan luka bakar di rumah sakit lain di Eropa, seperti Jerman dan Prancis.

Dari total korban luka, 113 di antaranya telah teridentifikasi. Sebanyak 71 di antaranya warga Swiss, 14 warga Prancis, 11 warga Italia, 4 warga Italia, dan masing-masing satu dari Bosnia, Belgia, Polandia, Portugal, serta Luksemburg.

(asr)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER