Pemerintah Iran mengutuk keras komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai demonstrasi di Teheran.
Kepala keamanan nasional Iran Ali Larijani mengatakan dalam unggahan di X, intervensi AS di demo Iran akan memicu kekacauan di seluruh kawasan serta kerusakan atas kepentingan Amerika.
Ali Shamkhani, seorang penasihat dekat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, juga mengatakan keamanan nasional Iran sepenuhnya "garis merah" yang tak boleh dilanggar siapa pun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap campur tangan terhadap keamanan Iran...akan dihentikan dengan respons kuat," tulisnya di X.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga memperingatkan Trump untuk tak ikut campur. Ghalibaf mengancam akan menargetkan pasukan AS di Timur Tengah apabila Trump berani mengintervensi.
"Presiden Amerika tak terhormat itu harus tahu bahwa dengan pernyataan resmi ini, semua markas dan pasukan Amerika di seluruh wilayah (Timur Tengah) akan menjadi target sah bagi kami sebagai respons terhadap tindakan apa pun," kata Ghalibaf, seperti dikutip CNN.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada bagiannya juga mewanti-wanti bahwa angkatan bersenjata Teheran tahu persis ke mana harus membidik jika kedaulatan Iran terancam.
Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeed Iravani sementara itu telah mengadukan Trump ke PBB dan meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta Dewan Keamanan (DK) PBB mengutuk pernyataan Trump yang menurutnya sembrono dan provokatif.
Kecaman para pejabat Iran ini dilontarkan merespons pernyataan Trump pada Jumat (2/1) mengenai unjuk rasa di Iran. Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan AS "siap dan siaga" untuk membantu rakyat Iran melawan rezim.
"Jika Iran menembak dan membunuh para pedemo secara brutal, yang telah menjadi kebiasaan mereka, Amerika Serikat akan datang untuk menyelamatkan demonstran," kata Trump dalam unggahan tersebut.
Iran diguncang demo berdarah sejak 28 Desember lalu. Kelompok hak asasi manusia (HAM) melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dan lebih dari 30 orang terluka dalam unjuk rasa tersebut.
Demonstrasi ini mulanya pecah karena krisis moneter negara itu. Namun, tak lama kemudian, demo meluas menjadi desakan perubahan rezim Khamenei.
Sejak demo pecah, AS-Israel kompak mendukung rakyat Iran untuk menggulingkan Khamenei.
Kementerian Dalam Negeri Iran telah mewanti-wanti bahwa demonstrasi terbesar sejak 2022 ini dipicu oleh propaganda eksternal.
(blq/isn)