Moskow Buka Suara Usai AS Rampas Kapal Tanker Bendera Rusia

CNN Indonesia
Kamis, 08 Jan 2026 08:10 WIB
Rusia meminta Amerika Serikat bersikap manusiawi terhadap warga Negeri Beruang Merah di kapal yang mereka rampas, Marinera pada Rabu (7/1).
Foto: REUTERS/Jeenah Moon
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Rusia meminta Amerika Serikat bersikap manusiawi terhadap warga Negeri Beruang Merah di kapal yang mereka rampas, Marinera pada Rabu (7/1).

Juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova mengatakan pemerintah memantau dengan cermat pasukan AS yang naik ke kapal tersebut.

"Dengan mempertimbangkan laporan bahwa ada warga negara Rusia di antara awak pesawat, kami menuntut pihak Amerika untuk memastikan perlakuan yang layak dan manusiawi terhadap mereka," kata Zakharova pada Rabu (7/1), dikutip TASS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia juga juga meminta AS menghormati hak dan kewajiban warga Rusia di atas kapal itu.

"Dan tidak menghalangi kepulangan mereka ke tanah air sesegera mungkin," imbuh jubir itu.

Sementara itu, anggota parlemen Rusia Leonid Slutsky menyebut tindakan AS menyita kapal Marinera sebagai "pembajakan abad 21."

Militer Amerika Serikat mengonfirmasi telah menyita kapal tanker berbendera Rusia itu pada Rabu.

Gedung Putih menyatakan kapal mengangkut minyak yang dikenai sanksi. Mereka juga mewanti-wanti kru kapal yang bisa menghadapi tuntutan hukum di AS.

AS menjatuhkan sanksi ke Marinera karena beroperasi dalam "armada bayangan" kapal tanker yang mengangkut minyak ilegal pada 2024, demikian dikutip CNN.

Bulan lalu, pasukan AS mencoba mencegat kapal tersebut di dekat Venezuela tetapi tak menaikinya. Kapal lalu melarikan diri.

Rusia kemudian mengajukan nota diplomatik dengan meminta AS berhenti mengejar setelah kapal itu muncul dalam daftar resmi kapal Rusia. Mulanya kapal bernama Bella 1, usai proses tersebut ganti nama jadi Marinera.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]