Profil Sidharto Reza Suryodipuro, Presiden Dewan HAM PBB Wakili RI
Duta Besar Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Sidharto Reza Suryodipuro, resmi terpilih sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.
Sidharto terpilih usai Indonesia dinominasikan sebagai calon tunggal oleh kelompok negara Asia Pasifik, yang tahun ini memegang keketuaan di Dewan HAM PBB sesuai mekanisme rotasi per kawasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apresiasi tulus saya pertama-tama ditujukan kepada Kelompok Asia Pasifik, tempat Indonesia bernaung, atas nominasinya, dan kepada Dewan secara keseluruhan atas dukungannya pagi ini," kata Sidharto dalam pidatonya, Kamis (8/1).
Sidharto Reza Suryodipuro, yang akrab disapa Arto, merupakan mantan Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Jabatan itu diembannya sejak Oktober 2020 hingga November 2025.
Sebelum mengurusi ASEAN, Arto menjabat sebagai Duta Besar (Dubes) RI untuk India dan Bhutan pada 2017-2021. Ia juga pernah menjadi Deputy Chief of Mission di Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Washington DC pada 2014-2017.
Karier Arto di Kementerian Luar Negeri dimulai sejak Maret 1992. Ia ditunjuk sebagai perwakilan Indonesia untuk PBB hingga menjadi delegasi RI untuk komite khusus PBB dalam operasi perdamaian di bawah Majelis Umum PBB.
Pada 2004-2006, Arto menjadi first secretary di Kedubes RI di Canberra, yang bertanggung jawab dalam mempromosikan kerja sama Indonesia-Australia di berbagai bidang.
Lihat Juga : |
Pada 2006 hingga 2009, Arto kembali dipercaya sebagai perwakilan Indonesia untuk PBB, namun kali ini di New York, Amerika Serikat (AS). Saat itu ia mengurus persoalan kemanusiaan di Afrika.
Mulai Maret 2009 hingga Juni 2010, Arto ditunjuk menjadi wakil direktur untuk Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). Pada Mei 2010 sampai November 2014, ia dipromosikan menjadi direktur untuk kerja sama intra-regional Asia Pasifik dan Afrika, yang memimpin dan mengoordinasikan kerja sama antarlembaga untuk kepemimpinan Indonesia pada 2013.
Pada Agustus 2024, Arto sempat dinominasikan menjadi Duta Besar RI untuk PBB di New York oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, ia tak kunjung dipanggil mengikuti fit and proper test di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Setelah Presiden Prabowo Subianto menjabat, Arto dinominasikan menjadi Dubes RI untuk PBB di Jenewa. Penunjukannya disetujui DPR pada 8 Juli 2025 dan per Agustus 2025 ia resmi menjabat posisi tersebut.
(blq/bac)[Gambas:Video CNN]


