Maduro Dipenjara, Venezuela Menanti Lebih Banyak Tahanan Politik Bebas

CNN Indonesia
Minggu, 11 Jan 2026 19:50 WIB
Warga Venzuela menanti pembebasan lebih banyak tahanan politik yang dipenjara atas perintah Presiden Nicolas Maduro.
Ilustrasi. Warga Venezuela menanti pembebasan lebih banyak tahanan politik yang dipenjara atas perintah Presiden Nicolas Maduro. (REUTERS/Gaby Oraa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Venezuela menanti pembebasan lebih banyak tahanan politik yang dipenjara atas perintah Presiden Nicolas Maduro. Sementara itu, Maduro saat ini masih ditahan di New York.

Presiden sementara Delcy Rodriguez mulai membebaskan tahanan yang dipenjara di bawah perintah Maduro. Dia berkata sejumlah besar tahanan akan dibebaskan sebagai isyarat perdamaian yang diklaim AS sebagai jasanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rodriguez mengatakan Venezuela akan mengambil "jalur diplomatik" dengan AS, sementara Presiden Donald Trump mengklaim bahwa AS "bertanggung jawab" atas negara itu.

"Saya harap para tahanan itu akan mengingat betapa beruntungnya mereka karena AS datang dan melakukan apa yang harus dilakukan," ujar Trump di platform Truth Social miliknya pada Sabtu (10/1) malam seperti dilansir dari AFP.

Hingga Sabtu malam, sebanyak 21 orang telah dibebaskan termasuk beberapa tokoh oposisi terkemuka.

Seorang petugas polisi yang ditahan dan dituduh berkhianat terhadap Venezuela meninggal. Aliansi oposisi Venezuela Primero Justicia menilai rezim Rodriguez harus bertanggung jawab atas kematian tersebut.

Para keluarga tahanan yang cemas berkemah di luar penjara, menanti pembebasan tahanan politik yang telah dijanjikan.

Mereka mengadakan aksi menyalakan lilin di luar penjaga El Rodeo, timur Caracas, kemudian di El Helicode, sebuah penjara terkenal yang dikelola dinas intelijen.

"Saya lelah dan marah. Tapi saya yakin mereka akan segera menyerahkannya kepada kami," ujar Nebraska Rivas yang menanti putranya dibebaskan di penjara El Rodeo.

Maduro dan istrinya ditangkap dalam penggrebekan pada 3 Januari 2026 yang dimulai dengan serangan udara di seluruh Caracas. Mereka dibawa ke New York City oleh pasukan AS untuk diadili atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata.

Pada Sabtu (10/1), sebuah video dirilis partai Maduro yang berisi bahwa Maduro "baik-baik saja".

(els)


[Gambas:Video CNN]