57 Ribu Warga Malaysia Ganti Paspor Jadi WN Singapura, Ada Apa?
Lebih dari 57 ribu warga Malaysia dilaporkan melepas kewarganegaraan demi bisa menjadi warga negara (WN) Singapura.
Direktur Jenderal Departemen Registrasi Nasional Malaysia Badrul Hisham Alias mengatakan 61.116 warga Negeri Jiran mengajukan permohonan untuk pindah menjadi warga negara lain dalam periode lima tahun. Periode itu dimulai pada 2020 dan berakhir pada 17 Desember 2025.
Badrul berujar dari 61 ribu pemohon, sebanyak 93,78 persen atau 57.315 orang meminta untuk pindah ke Singapura. Sebanyak 2,15 persen sementara itu memohon pindah ke Australia dan 0,97 persen ingin ke Brunei Darussalam.
Mereka yang mengajukan permohonan pindah paspor kebanyakan berusia sekitar 31-30 tahun. Ada 31,6 persen atau 19.287 pemohon di rentang usia ini.
Lihat Juga : |
Warga berusia 21-30 tahun juga cukup banyak yang meminta pindah negara. Sebanyak 18.827 pemohon berada dalam rentang usia tersebut.
Sebanyak 14.126 pemohon lainnya berasal dari usia 41-50 tahun. Lebih lanjut, 14,5 persen atau 8.876 orang berasal dari kelompok usia di atas 50 tahun.
"Faktor penyebab warga melepas kewarganegaraan diketahui terkait perekonomian atau keluarga," kata Badrul kepada Harian Metro, seperti dikutip The Straits Times.
Badrul menjelaskan mereka yang bekerja di Singapura dapat memperoleh kewarganegaraan karena faktor-faktor terkait pekerjaan dan pendapatan. Mereka yang menikah dengan warga asing juga bisa mendapat kewarganegaraan di negara pasangannya.
Faktor lain juga meliputi keinginan untuk menggunakan hak istimewa negara asing, seperti hak suara, seiring dengan Malaysia yang tidak mengakui kewarganegaraan ganda dalam konstitusinya.
Kementerian Dalam Negeri Malaysia sebelumnya mencatat sebanyak 97.318 warga Negeri Jiran melepas paspor demi menjadi warga Singapura selama 2015 hingga Juni 2025.
Menteri Senior Singapura Lee Hsien Loong pada Maret 2025 mengatakan setiap tahun, Singapura menerima sekitar 22.000 warga negara baru.
Rata-rata warga Malaysia yang melepas kewarganegaraan sendiri tercatat sebanyak 10.000 orang setiap tahun. Lebih dari separuhnya merupakan perempuan.
(blq/dna)