Netanyahu Ikut-ikutan Sebut Iran Dikuasai Belenggu Tirani
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengecap Iran sebagai negara "tirani".
Dalam rapat kabinet pada Minggu (11/1), Netanyahu membahas situasi di Iran yang sedang diguncang demo besar-besaran sejak 28 Desember lalu. Ia berujar Israel memantau ketat situasi di Iran dan berharap rakyat Iran bisa segera terlepas dari belenggu tirani.
"Kita semua berharap bangsa Persia bisa segera terbebas dari belenggu tirani, dan ketika itu tiba, Israel dan Iran akan kembali menjadi mitra dalam membangun masa depan kemakmuran dan perdamaian bagi kedua bangsa," kata Netanyahu dalam rapat mingguan tersebut, seperti dikutip AFP.
Pernyataan Netanyahu ini dilontarkan setelah parlemen Iran memperingatkan Israel dan Amerika Serikat (AS) untuk tidak ikut campur dalam persoalan domestik Teheran. Iran mengancam akan menyerang Israel dan pangkalan AS jika berani mengintervensi.
Militer Israel telah merespons dengan menyatakan pihaknya masih melihat perkembangan di Iran sebagai masalah internal. Namun, Israel siap untuk menanggapi jika Iran meluncurkan serangan.
"Kami siap merespons dengan kekuatan penuh jika diperlukan," kata seorang pejabat militer Israel.
Iran dilanda demo besar, yang mulanya dipicu oleh krisis ekonomi. Namun, demo meluas dan berubah menjadi desakan perubahan rezim Ayatollah Ali Khamenei.
Pasukan keamanan Iran menanggapi protes dengan keras seiring dengan demonstrasi yang berujung ricuh. Pedemo membakar gedung-gedung pemerintah, serta kendaraan dan fasilitas umum.
Menurut kelompok hak asasi manusia (HAM), lebih dari 500 orang tewas dalam demo ini. Lebih dari 10.600 orang juga ditangkap.
Protes Iran diperkirakan telah meletus di seluruh provinsi negara itu. Sejak Kamis (8/1), internet di Iran diputus seiring dengan meningkatnya eskalasi protes.
Lihat Juga : |
AS dan Israel sejak awal menyuarakan dukungan kepada rakyat Iran untuk cepat-cepat menggulingkan rezim Khamenei. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bakal turun tangan membantu warga Iran jika aparat melakukan kekerasan.
Pada Minggu, Trump mengatakan kepada wartawan di Air Force One bahwa ia sedang mempertimbangkan opsi tegas terhadap Iran, termasuk untuk melancarkan serangan militer.
(blq/dna)