Ajudan Senior Netanyahu Ditangkap Polisi Israel

CNN Indonesia
Senin, 12 Jan 2026 13:10 WIB
Ajudan senior Netanyahu ditangkap polisi Israel karena diduga halangi pemyelidikan terkait kebocoran informasi militer.
PM Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan ajudan senior Tzachi Braverman (kanan). Foto: AFP/GALI TIBBON
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi Israel menahan seorang ajudan senior Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, karena diduga menghalangi penyelidikan terkait kebocoran informasi militer selama agresi di Gaza.

Polisi tak mengungkap identitas tersangka, namun media Israel melaporkan ajudan senior yang ditahan adalah Tzachi Braverman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tzachi Braverman merupakan Kepala Staf PM Netanyahu, yang juga ditunjuk sebagai Duta Besar Israel untuk Inggris.

"Pagi ini seorang pejabat senior di kantor perdana menteri ditahan untuk diinterogasi atas dugaan menghalangi penyelidikan," demikian keterangan Kepolisian Israel.

"Tersangka saat ini sedang diinterogasi dengan peringatan," lanjut keterangan itu, dikutip AFP.

Mantan ajudan Netanyahu, Eli Feldstein, baru-baru ini menuduh Braverman mencoba menghalangi penyelidikan atas kebocoran informasi sensitif kepada media asing selama perang dengan Hamas di Gaza.

Pada September 2024, Feldstein telah terlebih dahulu ditangkap dan didakwa karena membocorkan dokumen rahasia militer Israel kepada tabloid Jerman Bild.

Dokumen tersebut bertujuan untuk membuktikan bahwa Hamas tidak tertarik pada kesepakatan gencatan senjata, dan untuk mendukung klaim Netanyahu bahwa sandera yang ditahan Hamas pada serangan 7 Oktober 2023 hanya dapat dibebaskan lewat tekanan militer, bukan negosiasi.

Dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiar publik Israel KAN, Feldstein mengatakan Braverman meminta untuk bertemu dengannya, segera setelah kebocoran informasi militer tersebut.

Pada pertemuan itu, Braverman memberitahunya bahwa militer telah meluncurkan penyelidikan atas kasus tersebut dan mengeklaim dia bisa menghentikan penyelidikan tersebut.

Dalam wawancara yang sama, Feldstein mengatakan Netanyahu mengetahui kebocoran informasi itu dan justru mendukung penggunaan dokumen tersebut untuk menggalang dukungan publik.

Menanggapi pemeriksaan Braverman, pemimpin oposisi Israel Yair Lapid menyerukan penangguhan pengangkatannya sebagai duta besar untuk Inggris.

"Mengingat perkembangan dalam kasus ini, pengangkatan Tzachi Braverman sebagai duta besar untuk Inggris harus segera ditangguhkan," tulis Lapid di X.

"Tidak dapat diterima bahwa seseorang yang diduga terlibat dalam menghalangi penyelidikan keamanan yang serius, harus menjadi wajah Israel di salah satu negara terpenting di Eropa," imbuhnya.

(dna)