Trump Unggah Klaim sebagai Pelaksana Tugas Presiden Venezuela
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah foto dirinya sebagai "Pejabat Presiden Venezuela," di media sosial miliknya, Truth Social, pada Minggu (11/1).
Melansir situs NDTV, unggahan tersebut memperlihatkan suntingan foto Trump mencantumkan masa jabatannya sebagai Presiden AS ke-45 dan ke-47.
Meski demikian, halaman Britannica resmi tidak mencatat Trump sebagai pemimpin Venezuela, dan hingga kini tidak ada badan internasional yang mengakui klaim tersebut.
Unggahan itu muncul setelah AS melakukan operasi militer di Venezuela pada 3 Januari.
Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa ke New York untuk diadili atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata.
Trump menyatakan bahwa pemerintahannya akan "mengelola" Venezuela selama masa transisi, dengan alasan pertimbangan keamanan dan stabilitas.
Ia juga mengatakan AS akan mengawasi serta menjual minyak Venezuela ke pasar global selama periode tersebut.
Setelah Maduro ditangkap, wakil presidennya, Delcy Rodriguez, dilantik sebagai presiden sementara.
Rodriguez menolak klaim otoritas AS, menuntut pembebasan Maduro, dan menegaskan dirinya sebagai pemimpin sah Venezuela.
Menanggapi hal itu, Trump memperingatkan bahwa Rodrigues dapat "membayar harga yang sangat mahal" jika tidak bekerja sama dengan Washington.
Melansir situs Anadolu Agency, Rodriguez terus menjalin komunikasi dengan pemerintahan Trump sepanjang periode ini.
Dalam proses tersebut, tim diplomatik dan keamanan AS melakukan perjalanan ke Caracas untuk menilai kemungkinan melanjutkan operasi di Kedutaan Besar AS.
Namun, langkah AS menuai kecaman internasional. China, Rusia, Kolombia, dan Spanyol menyebut operasi militer AS sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara Venezuela.
Menanggapi situasi tersebut, Trump tetap menegaskan keberhasilan kebijakannya. Ia mengeklaim Venezuela telah membebaskan sejumlah tahanan politik sebagai isyarat untuk "mencari perdamaian" setelah tindakan AS.
Ia juga mendorong perusahaan minyak besar Amerika untuk berinvestasi hingga US$100 miliar (sekitar Rp1.570 triliun) di Venezuela guna mempercepat pemulihan dan perluasan produksi minyak.
Trump memuji kesepakatan dengan Rodriguez untuk memasok 50 juta barel minyak mentah ke AS. Menurutnya, peningkatan pasokan tersebut akan membantu menurunkan harga energi di dalam negeri.
Ia turut menandatangani perintah eksekutif untuk melindungi dana hasil penjualan minyak Venezuela yang disimpan di AS.
(rnp/bac)