Khamenei Tolak Mundur, Tuduh AS Cawe-cawe Demo karena Mau Minyak Iran

CNN Indonesia
Selasa, 13 Jan 2026 09:33 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan Republik Islam Iran tak akan mundur hanya karena diguncang demo yang ditunggangi oleh Amerika Serikat (AS).

Dalam pernyataan di Provinsi Qom pada 9 Januari lalu, Khamenei mengatakan situasi panas di Iran saat ini disebabkan oleh AS. Ia berujar AS memulai konflik di Iran karena ingin merebut minyak Teheran seperti yang dilakukan pada Venezuela.

"Mereka memulai konflik ini. AS yang memulainya. Musuh yang bergantung pada AS yang memulai ini. Mengapa mereka memulai ini? Mengapa AS begitu muak dan marah terhadap Iran? Alasannya jelas. Itu karena kekayaan negara ini," kata Khamenei.

"Anda dapat melihat bagaimana mereka mengepung sebuah negara di Amerika Latin dan melakukan beberapa tindakan di sana. Mereka bahkan tidak malu dan terang-terangan menyatakan bahwa itu semua demi minyak. Demi minyak! Di sini juga, itu semua demi minyak. Demi minyak Iran, tambang Iran, pertanian Iran," lanjut Khamenei.

Khamenei menuturkan AS berupaya memanas-manasi unjuk rasa di Iran karena ingin merebut kekayaan Iran serta menggulingkan Republik Islam.

Meski begitu, ia menegaskan Republik Islam Iran tak akan goyah dan mundur. Sebab segala upaya yang dilakukan AS sejak dulu pun terbukti tak pernah berhasil.

"Semua orang harus tahu bahwa Republik Islam Iran yang didirikan dengan pengorbanan ratusan ribu orang terhormat tidak akan mundur karena menghadapi mereka yang menyebabkan kehancuran. Iran tidak akan menolerir antek-antek asing," kata Khamenei.

Pada kesempatan itu, Khamenei menyinggung desakan sejumlah pedemo yang ingin agar Iran kembali ke monarki. Ia mengingatkan kembali rakyat Iran akan perjuangan Teheran sampai ke titik ini di bawah Republik Islam.

Khamenei berujar Iran bisa sekuat sekarang karena Republik Islam yang memerintah. Jika demokrasi atau monarki yang memerintah, keadaan Iran tak akan seperti ini.

"Jika demokrasi liberal yang memerintah, atau monarki, atau pemerintahan yang bergantung pada kekuasaan ini dan itu, keadaannya tidak akan seperti ini. Islam, pemerintahan oleh rakyat, sistem Islam, Republik Islam lah yang memungkinkan Iran mencapai prestasi besar dalam sains, teknologi, seni dan sastra, politik internasional, dan banyak bidang lainnya," ucap Khamenei.

Iran diguncang demo besar-besaran sejak 28 Desember lalu. Unjuk rasa mulanya dipicu oleh krisis ekonomi. Namun kemudian, protes meluas dan berubah menjadi desakan perubahan rezim Khamenei.

Para pedemo menuntut agar Iran kembali ke monarki dan dipimpin oleh Putra Mahkota terakhir Kerajaan Iran, Reza Pahlavi. Pahlavi kini berada di AS pasca penggulingan ayahnya.

Menurut kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, demo Iran telah menewaskan lebih dari 500 orang. Lebih dari 10 ribu orang juga disebut ditangkap.

AS dan Israel sejak awal menyuarakan dukungan kepada rakyat Iran untuk cepat-cepat menggulingkan Khamenei. Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan bakal turun tangan membantu warga Iran jika aparat melakukan kekerasan.

(blq/dna/bac)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK