China Dongkol Jadi Dalih Trump Rebut Greenland: Jangan Bawa-bawa Kami!
China dongkol usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggunakan Beijing sebagai alasan untuk merebut Greenland.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Mao Ning, mengatakan AS tidak semestinya membawa-bawa China dan Rusia untuk mencari keuntungan pribadi.
Lihat Juga : |
"AS tidak boleh menggunakan negara lain sebagai dalih untuk mencari keuntungan pribadi," kata Mao dalam konferensi pers pada Senin (12/1), seperti dikutip laman Kemlu China.
Mao berkata demikian merespons Trump pada Minggu (11/1) yang mengaku ingin mengambil alih Greenland untuk mencegah China dan Rusia menguasai wilayah tersebut.
Menurut Mao, ucapan Trump keliru karena China tidak punya niatan demikian. Ia menegaskan aktivitas Beijing di wilayah Arktik bertujuan mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut.
"Kawasan Arktik menyangkut kepentingan bersama komunitas internasional," ujar Mao.
"Hak dan kebebasan negara untuk beraktivitas sesuai hukum di Arktik harus sepenuhnya dihormati," lanjut dia.
Pasca menyerang Venezuela dan menculik presidennya, Nicolas Maduro, Trump menggaungkan kembali ambisinya untuk memiliki Greenland. Bagi Trump, pulau terbesar di dunia itu krusial untuk kepentingan dan keamanan nasional AS.
Negara-negara Eropa telah mengecam pernyataan Trump dan memperingatkan bahwa jika AS benar-benar menyentuh Greenland, kerja sama NATO bakal usai.
Trump sendiri masa bodoh karena sejak awal merasa NATO yang butuh AS, bukan sebaliknya.
Pada Minggu, media Inggris Daily Mail melaporkan bahwa Trump sudah memerintahkan Komando Operasi Khusus Gabungan (JSOC) untuk menyusun rencana invasi ke Greenland. Kendati demikian, para jenderal dikabarkan menentang rencana tersebut.
(blq/bac)