Situasi Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara

CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2026 07:36 WIB
Situasi masih memanas, Iran tutup wilayah udara untuk hampir semua penerbangan.
Demo masih memanas, Iran tutup wilayah udara untuk hampir semua penerbangan. Foto: via REUTERS/Stringer
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengumumkan penutupan sementara wilayah udaranya untuk hampir semua penerbangan, kecuali kedatangan dan keberangkatan sipil internasional, di tengah situasi yang semakin memanas.

Dalam pernyataan resmi otoritas penerbangan menyatakan bahwa wilayah udara Iran akan tetap ditutup hingga 15 Januari waktu setempat. Hanya penerbangan sipil internasional yang mendapat persetujuan dari Otoritas Penerbangan Sipil, yang diizinkan beroperasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembatasan berlaku untuk penerbangan yang masuk atau keluar Iran, sementara semua lalu lintas udara lainnya ditangguhkan," demikian bunyi pemberitahuan tersebut, dilansir Anadolu Agency.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan regional dan domestik, termasuk protes anti-pemerintah di Iran, dan meningkatnya pengawasan internasional.

Dalam pernyataan terbarunya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan tidak akan ada "hukuman gantung hari ini atau besok" terhadap para pedemo.

Araghchi menegaskan usai 10 hari demonstrasi damai yang diikuti oleh tiga hari kekerasan oleh campur tangan Israel, kini situasi berangsur pulih.

"Saya dapat memberi tahu Anda, saya yakin bahwa tidak ada rencana untuk hukuman gantung," kata Araghchi, dikutip AFP.

Menanggapi hal itu, Trump juga memastikan bahwa eksekusi terhadap para pengunjuk rasa di Iran sedang dihentikan. Dia memperingatkan bahwa AS akan memantau perkembangan tersebut dengan cermat.

Sebelumnya Trump juga berulang kali menyatakan dukungannya terhadap para demonstran dan mengatakan AS bakal mengambil "tindakan yang sangat keras" jika eksekusi berlanjut.

Iran menuduh AS dan Israel mendukung kerusuhan dan terorisme yang berkaitan dengan unjuk rasa itu. Namun AS dan negara Barat lainnya membantah tudingan Iran.

Hingga kini pemerintah Iran belum merilis angka resmi korban jiwa, sementara sejumlah kelompok HAM melaporkan ribuan orang tewas dan terluka sejak unjuk rasa yang dimulai pada 28 Desember lalu itu.

CNNIndonesia sejauh ini belum bisa mendapat data pembanding soal jumlah korban tewas akibat demonstrasi dari media-media resmi di Iran seperti IRNA, Mehr News, hingga Fars, karena internet masih mati total sehingga lamannya tidak bisa dibuka.

(dna)