Trump usai PM Greenland Tolak Dicaplok AS: Saya Tidak Tahu, Siapa Dia?

CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2026 14:15 WIB
Presiden AS Donald Trump respons usai PM Greenland tolak dikuasai Washington. Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons keras setelah Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan bahwa Greenland tidak ingin dimiliki atau menjadi bagian AS, pada Selasa (12/1).

Trump mengatakan dirinya tidak mengenal Nielsen dan menyebut penolakan terhadap rencana pencaplokan Greenland oleh AS sebagai masalah.

"Itu masalah mereka. Saya tidak setuju dengannya. Saya tidak tahu siapa dia. Saya tidak tahu apa pun tentang dia, tapi itu akan menjadi masalah besar baginya," ujar Trump, seperti dikutip CNN.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di Copenhagen, Nielsen menegaskan bahwa Greenland tetap merupakan bagian dari Kerajaan Denmark.

"Greenland tidak ingin dimiliki oleh AS. Greenland tidak ingin diperintah oleh AS. Greenland tidak akan menjadi bagian dari AS," kata Nielsen.

"Kami memilih Greenland yang kami kenal hari ini, yang merupakan bagian dari Kerajaan Denmark," tambah dia.

Pada Rabu, Trump kembali menegaskan bahwa "apapun yang kurang" dari kendali AS atas Greenland adalah "tidak dapat diterima." Ia beralasan wilayah otonom Denmark itu dibutuhkan untuk kepentingan keamanan nasional AS dan penguatan NATO.

"NATO akan menjadi jauh lebih tangguh dan efektif jika Greenland berada di tangan AMERIKA SERIKAT," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.

"Apa pun yang kurang dari itu tidak dapat diterima."

Pernyataan itu disampaikan menjelang pertemuan di Gedung Putih yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance, yang dihadiri Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen dan pejabat Greenland, bersama Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Pertemuan itu tidak menghasilkan kesepakatan konkret. Rasmussen mengatakan diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif, tetapi perbedaan pandangan tetap ada.

"Saya harus mengatakan bahwa Presiden (Trump) telah menyampaikan pandangannya dengan sangat jelas, dan kami memiliki posisi yang berbeda," ujar Rasmussen.

Ia juga menegaskan perbedaan tersebut berkaitan dengan pandangan mengenai keamanan dan status Greenland, serta menekankan komitmen Denmark terhadap kerangka keamanan yang ada saat ini.

"Ide-ide yang tidak menghormati keutuhan Kerajaan Denmark dan hak penentuan nasib sendiri rakyat Greenland tentu sama sekali tidak dapat diterima," katanya.

"Karena itu, kami masih memiliki perbedaan mendasar, tetapi kami juga sepakat untuk berbeda pendapat dan akan terus berdialog," tambah dia.

Meski demikian, para pihak sepakat membentuk kelompok kerja (working group) di level tinggi untuk mencari kemungkinan jalan tengah dalam beberapa pekan ke depan.

"Kami sepakat bahwa masuk akal untuk duduk bersama di tingkat tinggi guna mengeksplorasi apakah ada kemungkinan mengakomodasi kekhawatiran Presiden (Trump), sambil tetap menghormati garis merah Kerajaan Denmark. Inilah pekerjaan yang akan kami mulai," ujar Rasmussen dalam konferensi pers usai pertemuan.

Sementara itu, dari Gedung Putih, Trump menyatakan optimisme terbatas di tengah perbedaan pandangan dengan Denmark.

"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Denmark. Kita lihat saja bagaimana hasilnya. Saya pikir sesuatu akan berhasil," ujarnya.

Dalam unggahan media sosial sebelumnya, Trump juga kembali menekankan penguasaan Greenland penting bagi sistem pertahanan rudal "Golden Dome" yang tengah dikembangkan Pentagon.

Ia juga memperingatkan bahwa tanpa keterlibatan AS, wilayah tersebut bisa jatuh ke tangan Rusia atau China.

"NATO seharusnya memimpin upaya agar kita mendapatkannya. JIKA KITA TIDAK, RUSIA ATAU CHINA AKAN MELAKUKANNYA, DAN ITU TIDAK AKAN TERJADI!" tulis Trump.

Greenland dinilai memiliki nilai strategis tinggi karena posisi geopolitiknya, potensi jalur pelayaran utara, serta kekayaan sumber daya alam seperti minyak, gas, dan mineral tanah jarang, yang semakin relevan di tengah krisis iklim global.

(rnp/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK