47 Tentara Venezuela Tewas dalam Operasi Militer AS Tangkap Maduro

CNN Indonesia
Sabtu, 17 Jan 2026 11:10 WIB
Selain 47 tentara Venezuela yang tewas dalam operasi militer AS menangkap Presiden Nicolas Maduro, 32 warga Kuba juga ikut meninggal.
Demonstrasi warga Venezuela yang mengecam Presiden AS Donald Trump atas penangkapan Presiden Nicolas Maduro.(REUTERS/Tita Barros)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Venezuela akhirnya mengonfirmasi bahwa sebanyak 47 tentara tewas dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro awal bulan ini.

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, menyatakan melalui televisi pemerintah bahwa para anggota Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian gugur saat menghadapi kecanggihan teknologi dan sumber daya militer AS yang luar biasa.

"Kami kehilangan 47 prajurit. Selain itu, 32 warga negara Kuba juga tewas dalam serangan tersebut," ujar Lopez, seperti dilansir Anadolu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyusul kekalahan tersebut, Lopez mengumumkan aktivasi "Rencana Ayacucho" sebagai langkah darurat untuk merombak struktur dan meningkatkan kemampuan tempur militer Venezuela.

Ia mengakui adanya kebutuhan mendesak untuk meninjau kembali kekuatan angkatan bersenjata guna beradaptasi dengan realitas baru pasca-intervensi AS.

"Tujuannya adalah mengonsolidasikan kekuatan militer untuk memastikan kehormatan bangsa dan penegakan konstitusi secara penuh. Meski saat ini dalam kondisi kritis, martabat militer kami tetap utuh," tegasnya.

Krisis ini bermula saat serangkaian ledakan mengguncang ibu kota Caracas pada 3 Januari lalu. Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump mengumumkan operasi militer besar-besaran untuk menangkap Maduro.

Saat ini, Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, telah berada dalam tahanan otoritas Amerika Serikat. Keduanya menghadapi dakwaan berat terkait terorisme narkoba (narco-terrorism) serta kepemilikan senjata ilegal di pengadilan AS.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]