Demo Anti-Pemerintah di Iran Disebut Tewaskan 5.000 Orang

CNN Indonesia
Minggu, 18 Jan 2026 17:40 WIB
Reuters mendapat informasi dari pejabat Iran bahwa jumlah kematian dalam demo antipemerintah setidaknya 5.000 orang. (REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setidaknya 5.000 orang tewas dalam aksi protes antipemerintah yang terjadi di Iran. Angka ini telah diverifikasi pemerintah menurut seorang pejabat Iran pada Minggu (18/1) kepada Reuters.

Pejabat itu, yang menolak diungkap identitasnya, mengungkap dari total kematian, 500 di antaranya adalah personel keamanan. Dia menyalahkan "teroris dan perusuh bersenjata" atas pembunuhan "warga Iran yang tidak bersalah".

Selain itu dia juga mengatakan beberapa bentrokan terberat dan jumlah kematian tertinggi terjadi di wilayah Kurdi Iran di barat laut Iran. Di wilayah ini separatis Kurdi aktif dan merupakan lokasi peningkatan kekerasan paling parah dalam periode kerusuhan sebelumnya.

"Jumlah korban akhir diperkirakan tidak akan meningkat tajam," kata pejabat itu.

Dia juga meyakini Israel dan kelompok bersenjata di luar negeri yang telah mendukung dan mempersenjatai demonstran yang turun ke jalan.

Pihak berwenang Iran secara teratur menyalahkan kerusuhan pada musuh asing, termasuk Israel, musuh bebuyutan Republik Islam yang melancarkan serangan militer ke Iran pada Juni.

Pemerintah Iran sebelumnya mengatakan telah menangkap setidaknya 3 ribu orang dalam demonstrasi yang sudah berlangsung selama beberapa pekan.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertanggung jawab atas kematian warga yang terjadi selama gelombang protes di negara tersebut.

"Kami menuduh presiden Amerika Serikat bertanggung jawab atas korban jiwa, kerusakan, dan tuduhan yang dia ajukan terhadap bangsa Iran," kata Khamenei kepada kerumunan pendukungnya dalam pidatonya, Sabtu (17/1), melansir AFP.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK