Pemimpin Tertinggi Iran Akui Ribuan Orang Tewas Selama Demo Berdarah

CNN Indonesia
Senin, 19 Jan 2026 08:40 WIB
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan ribuan orang tewas sejak demonstrasi mengguncang negara tersebut pada akhir Desember. (Foto: AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan ribuan orang tewas sejak demonstrasi mengguncang negara tersebut pada akhir Desember.

Dia juga menuding aktor-aktor terkait Israel dan sekutunya Amerika Serikat sebagai dalang kerusuhan yang terjadi di Iran.

"Mereka yang terkait AS dan Israel menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan beberapa ribu orang," kata Khamenei, dikutip Al Jazeera, Minggu (19/1).

Dia tak menyebut secara rinci berapa jumlah korban tewas. Media pemerintah maupun lembaga Iran juga belum merilis apapun terkait angka korban yang dilaporkan tewas dalam demonstrasi.

Namun pada Minggu, pejabat Iran yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters pihak berwenang telah memverifikasi setidaknya 5.000 orang tewas dalam protes, termasuk sekitar 500 personel keamanan.

Pejabat itu lalu menyalahkan "teroris dan perusuh bersenjata" atas pembunuhan "warga Iran yang tak bersalah."

Dia juga mengatakan bentrokan paling fatal dan angka kematian tertinggi terjadi di mayoritas wilayah kurdi, barat laut Iran.

Kembali lagi ke Khamenei, di kesempatan itu, dia mengatakan AS-Israel terlibat langsung dalam kerusuhan di negara tersebur. Ia juga melabeli Presiden AS Donald Trump kriminal.

Menurut dia, penghasutan kali ini tampak berbeda karena presiden AS turun langsung.

Trump berulang kali sesumbar akan melakukan operasi militer ke Iran jika apa yang dia sebut pembunuhan terhadap demonstran tak dihentikan. Ia juga kerap meminta warga di negara Timur Tengah itu untuk terus berdemo dan merebut kebebasan dari rezim.

Iran dilanda gelombang demonstrasi sejak akhir Desember lalu. Mulanya, warga protes soal inflasi yang melangit. Namun, tuntutan meluas jadi desakan agar Khamenei mundur.

Saat warga menggelar massa, ada fasilitas sipil yang dibakar. Khamenei mengatakan tak akan menoleransi pendukung Trump atau pihak-pihak yang merusak fasilitas umum.

(isa/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK