Mau Caplok Greenland, Trump Akan Pangkas 200 Posisi Staf AS di NATO

bac | CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 10:31 WIB
Presiden AS Donald Trump dilaporkan memerintahkan Pentagon untuk memangkas sejumlah personel AS dari sejumlah pusat komando NATO.
Donald Trump akan pangkas 200 posisi personel AS di NATO. (REUTERS/KACPER PEMPEL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memerintahkan Pentagon untuk memangkas sejumlah personel AS dari sejumlah pusat komando Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Dalam laporan Reuters, sebanyak tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut membeberkan sekitar 200 personel AS yang akan dipangkas dari NATO di tengah ambisi Trump mencaplok Greenland.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencana AS itu disebut semakin membuat Eropa khawatir tentang komitmen Washington dalam aliansi tersebut.

Sebanyak 200 personel yang akan ditarik dari NATO mulai dari posisi yang mengawasi, merencanakan operasi militer, hingga intelijen aliansi.

Di antara badan-badan yang akan terpengaruh, kata sumber-sumber tersebut, adalah Pusat Fusi Intelijen NATO yang berbasis di Inggris dan Komando Pasukan Operasi Khusus Sekutu di Brussels.

Begitu pula STRIKFORNATO yang berbasis di Portugal, yang mengawasi beberapa operasi maritim, juga akan dikurangi, serta beberapa entitas NATO serupa lainnya, demikian keterangan dari sumber-sumber tersebut.

Sumber dari Reuters itu tidak secara spesifik mengungkapkan alasan pemerintahan Trump memangkas sejumlah staf AS di NATO. Meski demikian, rencana itu secara umum sejalan dengan niat Washington yang akan mengalihkan lebih banyak sumber daya ke belahan barat dunia, seperti dilaporkan Washington Post.

Perubahan itu relatif kecil dibandingkan ukuran kekuatan muliter AS yang ditempatkan di Eropa dan tidak otomatis menandakan pergeseran yang lebih luas dari benua itu. Sekitar 80.000 personel militer AS ditempatkan di Eropa, sebagian besar berada di Jerman.

Meski demikian, langkah pemangkasan itu akan memicu kecemasan Eropa tentang masa depan aliansi NATO. Apalagi dengan ambisi Trump yang ingin mencaplok Greenland, meningkatkan kemungkinan agresi teritorial yang tak pernah terjadi sebelumnya di dalam NATO.



[Gambas:Video CNN]