Iran Respons Pengerahan Kapal Induk AS ke Timur Tengah

CNN Indonesia
Kamis, 22 Jan 2026 20:42 WIB
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi buka suara soal pengerahan kapal induk Amerika Serikat ke Timur Tengah.
Bendera Iran. (iStock/Rainer Puster)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi buka suara soal pengerahan kapal induk Amerika Serikat ke Timur Tengah.

Dalam jumpa pers di kediamannya pada Kamis (22/1), Boroujerdi mengatakan negaranya siap sepenuhnya untuk "membela kepentingan nasional".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang saya bisa sampaikan adalah sebuah jaminan yaitu kami siap secara amat maksimal untuk membela kepentingan nasional kami secara menyeluruh," kata Boroujerdi.

AS dikabarkan telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah sejak pekan lalu. Kapal perang tersebut terlacak sudah mencapai Selat Malaka.

Pengerahan kapal perang ini terjadi di tengah ketegangan antara Iran dan AS belakangan menyusul demo berdarah di Teheran. Menurut otoritas Iran, unjuk rasa nasional tersebut telah menewaskan 3.117 jiwa.

[Gambas:Video CNN]

Namun demikian, kelompok hak asasi manusia (HAM) yang berbasis di AS, HRANA, mencatat korban tewas mencapai lebih dari 4.000 orang.

AS telah memperingatkan Iran untuk tidak menyakiti warga sipil. Presiden AS Donald Trump tak mengesampingkan opsi militer jika Iran melakukan represi kepada masyarakat.

Demo Iran pecah sejak 28 Desember lalu, yang awalnya karena masalah ekonomi. Namun, demo meluas dan berubah menjadi desakan perubahan rezim.

Pemerintah Iran telah menyatakan unjuk rasa di negaranya telah disusupi oleh AS dan Israel. Kedua negara sejak awal memang menyuarakan dukungan kepada masyarakat Iran dan mendorong warga menggulingkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran sudah mengancam akan melancarkan serangan antisipasi jika AS-Israel ikut campur masalah domestik mereka. Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga telah menegaskan merupakan perang skala besar jika ada yang macam-macam dengan Khamenei.

(blq/bac)


[Gambas:Video CNN]