Gabung Militer AS, WNI Syifa dalam Proses Pindah Kewarganegaraan
Perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) Kezia Syifa dalam proses pindah kewarganegaraan untuk bergabung dengan Army National Guard (Garda Nasional AS) di Maryland, Amerika Serikat.
Dalam tayangan video yang diunggah akun Instagram @bunda_kesidaa, terlihat Syifa mengenakan seragam cokelat bertuliskan "US Army" di bagian kiri, yang merujuk pada Angkatan Darat AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com kemudian melakukan wawancara dengan ibunda Syifa, Safitri untuk menanggapi perasaan Syifa ketika ia harus melepaskan status WNI untuk bergabung ke militer AS.
Saat ini, Syifa masih menjalani tahap pendidikan sebagai anggota Army National Guard.
"Syifa sendiri dia tidak ada masalah karena Syifa memang mengikuti hukum yang berlaku, karena hukum yang kita ikuti itu sesuai dengan hukum yang ada di Indonesia maupun yang ada di Amerika," kata Safitri, kepada CNN Indonesia, pada Kamis (22/1).
"Jadi kita jalani proses sesuai hukum, untuk saat ini Syifa tidak merasa berat atau tidak ada masalah (harus melepas status WNI)." tambah dia.
Safitri juga mengatakan bahwa saat Syifa mendaftar di Army National Guard, ia masih merupakan WNI.
"Awalnya memang dalam mendaftar di Army National Guard ini, Syifa masih menggunakan status WNI karena pada saat itu kita masih memiliki identitas Green Card atau permanent resident," ujarnya.
"Setelah dinyatakan lulus dalam tes pendaftaran Army nanti setelah proses yang diberikan dari tentara Amerika setempat maka secara otomatis Syifa akan mulai pindah warga negara menjadi negara Amerika," tambah dia.
Safitri menyebut Syifa tengah menjalani proses perpindahan dari WNI menjadi warga negara AS setelah resmi lulus sebagai anggota Garda Nasional.
"Untuk saat ini, yang saya ketahui, masih proses pindah kewarganegaraan," ujarnya.
Menurut Safitri, awal mula Syifa tertarik bergabung dengan Militer AS terjadi setelah ia menyelesaikan pendidikan sekolahnya di Amerika sejak 2023.
Setelah lulus pada 2025, ia ingin melanjutkan pendidikan dan karier yang membuatnya mandiri, bertanggung jawab, membanggakan orang tua, serta mewujudkan keinginannya bergabung dengan Army National Guard di Maryland.
"Syifa tertarik bergabung dengan Army National Guard di Maryland itu karena Syifa telah bersekolah di Amerika sejak tahun 2023 dan lulus di tahun 2025. Setelah lulus sekolah, dia ingin melanjutkan pendidikan dan kariernya," ujarnya.
"Dia ingin pendidikan yang bisa membuatnya mandiri dan bertanggung jawab pada diri sendiri serta ingin membanggakan orang tua. Dia berkeinginan untuk masuk ke dalam militer tentara di AS lebih tepatnya ikut Army National Guard di Maryland," tambah dia.
Safitri juga mengakui bahwa keluarganya sempat merasa khawatir dengan pilihan Syifa untuk bergabung dengan militer AS.
Namun, kekhawatiran itu berkurang setelah mengetahui posisi yang dijalani putrinya berada di bidang administrasi dan logistik.
"Awalnya memang ada rasa kekhawatiran dan cemas, tapi setelah kita mencari informasi dari beberapa kalangan, dan yang kita ketahui tentang army di sini itu ternyata tidak dikhawatirkan seperti yang kita dibayangkan," ujar Safitri.
(rnp/bac)[Gambas:Video CNN]

