WHO Jawab Tuduhan Trump soal Hina AS & Gagal Urus Pandemi Covid-19

CNN Indonesia
Senin, 26 Jan 2026 05:00 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: Fabrice COFFRINI/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) merespons klaim Amerika Serikat yang menilai organisasi tersebut kerap menghina dan mencoreng nama baik Negeri Paman Sam.

Melalui pernyataannya pada Sabtu (24/1), WHO mencatat pernyataan dari pemerintah AS yang menuding organisasi telah "menjelekkan dan mencoreng" serta menghina AS, sekaligus mengompromikan independensinya.

"Tuduhan tersebut tidak benar. Seperti halnya terhadap setiap Negara Anggota, WHO selama ini selalu berupaya menjalin keterlibatan dengan Amerika Serikat secara itikad baik, dengan penuh penghormatan terhadap kedaulatannya," bunyi pernyataan WHO di situs resminya.

Dalam pernyataan itu, WHO turut buka suara merespons keputusan AS yang resmi keluar dari organisasi tersebut. Salah satu alasan AS keluar dari WHO adalah pemerintahan Presiden Donald Trump menilai organisasi itu gagal menangani pandemi Covid-19 dan kerap menentang kepentingan Negeri Paman Sam sebagai pendonor terbesar.

"Dalam pernyataannya, Amerika Serikat menyebut 'kegagalan WHO selama pandemi Covid-19' sebagai salah satu alasan keputusannya, termasuk tudingan bahwa WHO 'menghambat pembagian informasi penting secara tepat waktu dan akurat' serta 'menutupi kegagalan tersebut'. Meski tidak ada satu pun organisasi atau pemerintah yang melakukan segalanya dengan sempurna, WHO tetap berdiri pada responsnya terhadap krisis kesehatan global yang belum pernah terjadi sebelumnya ini," pungkas WHO.

Dalam pernyataan itu, WHO turut menjabarkan hal-hal yang telah organisasi di bawah naungan PBB itu lakukan dalam menanggapi pandemi Covid-19 yang belum pernah terjadi ini.

WHO bahkan membeberkan bahwa organisasi langsung melakukan peninjauan, memantau ketat, hingga mengaktifkan sistem manajemen insiden daruratnya begitu menerima laporan pertama klaster kasus "pneumonia misterius" di Wuhan, China pada 31 Desember 2019 yang menjadi awal penyebaran pandemi Covid-19 di dunia.

"Sepanjang pandemi, WHO bertindak cepat, membagikan seluruh informasi yang dimilikinya secara cepat dan transparan kepada dunia, serta memberikan rekomendasi kepada Negara Anggota berdasarkan bukti terbaik yang tersedia. WHO merekomendasikan penggunaan masker, vaksin, dan pembatasan jarak fisik, namun tidak pernah merekomendasikan kewajiban masker, kewajiban vaksin, maupun kebijakan lockdown. WHO mendukung pemerintah berdaulat untuk mengambil keputusan yang mereka anggap terbaik bagi rakyatnya, dan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan masing-masing pemerintah," ucap WHO menambahkan.

AS Resmi keluar dari WHO pada Kamis (22/1) lalu, merealisasikan perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada hari pertama masa jabatan periode keduanya tahun lalu yang berjanji mengeluarkan AS dari organisasi internasional tersebut.

"Pada 20 Januari 2025, Presiden Donald Trump menandatangani Perintah Eksekutif 14155 yang secara resmi memulai proses penarikan Amerika Serikat dari WHO[...]Sebagai tindak lanjut dari perintah tersebut dan setelah melewati masa pemberitahuan satu tahun yang diwajibkan, Pemerintah Amerika Serikat secara resmi keluar dari WHO pada 22 Januari 2026," bunyi pernyataan Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS (HHS).

Dalam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio,Menteri Kesehatan Robert F Kennedy Jr yang dikenal anti-vaksin juga menyalahkan "kegagalan WHO selama pandemi Covid-19" sebagai alasan utama penarikan diri AS dari organisasi tersebut.

Rubio dan Kenedy Jr juga mengeklaim WHO kerap bertentangan dengan kepentingan AS terlepas dari seberapa banyak Negeri Paman Sam telah berkontribusi bagi organisasi tersebut.

"Seperti banyak organisasi internasional lainnya, WHO dinilai telah meninggalkan misi intinya dan berulang kali bertindak bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat," ucap Rubio dan Kennedy Jr.

"Meski Amerika Serikat merupakan anggota pendiri sekaligus penyumbang dana terbesar WHO, organisasi tersebut justru menjalankan agenda yang terpolitisasi dan birokratis, yang dipengaruhi oleh negara-negara yang memusuhi kepentingan Amerika."

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK