Greenland Mendadak Mati Listrik di Tengah Ancaman Dicaplok Trump

blq/dna | CNN Indonesia
Senin, 26 Jan 2026 12:45 WIB
Ibu kota Greenland Nuuk alami pemadaman listrik panjang di tengah ancaman pencaplokan Trump. Foto: REUTERS/Sarah Meyssonnier
Jakarta, CNN Indonesia --

Ibu kota Greenland, Nuuk, mendadak mati listrik di tengah ancaman caplokan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Surat kabar Greenland Sermitsiaq melaporkan pada Sabtu (24/1) sekitar pukul 22.30 waktu setempat, listrik tiba-tiba mati di Nuuk.

Perusahaan listrik Greenland mengunggah di Facebook bahwa angin kencang melanda pembangkit listrik tenaga air Buksefjord hingga menyebabkan "kesalahan jalur pada saluran transmisi". Pihaknya kini sedang berusaha memulihkan aliran listrik menggunakan pembangkit listrik darurat.

Menurut laporan Sermitsiaq, pasokan air di beberapa daerah ikut terdampak pemadaman ini. Pemadaman listrik juga disebut mengganggu konektivitas internet.

Pasokan listrik dikabarkan mulai pulih 75 persen setelah memasuki pukul 03.30 dini hari pada Minggu (25/1). Pasca pulih, perusahaan listrik meminta masyarakat untuk menghemat daya lantaran upaya pemulihan total masih dilakukan.

Pemadaman listrik ini terjadi tak lama setelah pemerintah merilis imbauan mengenai kesiapsiagaan bencana. Pemerintah Greenland telah meminta warga untuk menyimpan pasokan air minum, makanan, obat-obatan, pakaian hangat, hingga alat komunikasi alternatif untuk bertahan hidup selama setidaknya lima hari.

Pemerintah menekankan pedoman tersebut bukan pernyataan bahwa krisis akan segera terjadi. Meski begitu, Greenland belakangan sedang terancam dicaplok Trump setelah sang Presiden mengerahkan pesawat-pesawat militer ke pangkalan Washington di sana.

North American Aerospace Defense Command (NORAD) pada Senin (19/1) menyatakan telah mengerahkan pesawat untuk "kegiatan yang sudah direncanakan sejak lama". Pesawat-pesawat militer itu dikabarkan akan segera tiba di Greenland.

Pengerahan pesawat ini dilakukan saat Trump mengintensifkan ambisinya untuk memiliki pulau terbesar di dunia yang kaya mineral tersebut. Trump sejak lama berniat merebut Greenland dengan alasan pulau itu krusial untuk keamanan nasional AS.

Menurut Trump, jika AS tidak merebut Greenland sekarang, maka Rusia dan China akan melakukannya.

Trump pun menggertak negara-negara Eropa yang menentang langkahnya dengan mengancam akan memberlakukan tarif baru.

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK