Partai Republik 'Balik Badan' Protes Trump Buntut Kebrutalan Agen ICE
Berbagai politikus Partai Republik mulai balik arah 'menyerang' Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump gara-gara operasi petugas imigrasi ICE di Minnesota kembali memakan korban jiwa.
Thom Tillis, senator Partai Republik di North Carolina, mendesak investigasi menyeluruh atas tewasnya Alex Pretti, perawat 37 tahun yang diberondong peluru agen imigrasi ICE saat demo pada 24 Januari lalu.
"Pejabat administrasi mana pun yang terburu-buru mengambil kesimpulan dan mencoba menghentikan penyelidikan sebelum dimulai, telah melakukan kesalahan besar terhadap bangsa," kata Tillis, seperti dikutip Intelligencer.
Senator Louisiana Bill Cassidy juga menggaungkan seruan serupa dalam pernyataan di X pada Minggu (25/1). Ia berujar peristiwa di Kota Minneapolis "sangat meresahkan" hingga kredibilitas ICE dipertaruhkan.
"Peristiwa di Minneapolis sangat meresahkan. Kredibilitas ICE dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dipertaruhkan. Harus ada penyelidikan gabungan dari pemerintah federal dan negara bagian," tulis Cassidy.
Dua kader Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dusty Johnson dari South Dakota dan Michael McCaul dari Texas, juga sama-sama menuntut "penyelidikan menyeluruh".
Anggota DPR dari New York, Andrew Garbarino, juga meminta para pemimpin ICE, Bea Cukai, dan layanan imigrasi untuk memberikan kesaksian di hadapan komite.
Meski tidak menyebut gamblang soal Minneapolis, Garbarino mengatakan Kongres punya tanggung jawab penting untuk memastikan keselamatan penegak hukum serta warga sipil yang mereka layani dan lindungi.
Jonathan Martin dari Politico mengatakan sejumlah pejabat Republik lain secara pribadi menyampaikan kekhawatiran kepada pemerintahan Trump. Sejumlah besar politikus lain juga dilaporkan memohon-mohon agar Trump meredakan ketegangan.
Chris Madel, seorang pengacara dari Minneapolis yang mencalonkan diri sebagai kandidat Partai Republik untuk gubernur Minnesota, bahkan membatalkan pencalonannya karena tak sanggup melihat peristiwa di wilayahnya.
Lihat Juga :KILAS INTERNASIONAL RI Terima 3 Jet Tempur Rafale sampai Waspada Virus Nipah India |
"Saya tidak bisa mendukung retribusi Partai Republik nasional terhadap warga negara bagian kami, dan saya juga tidak bisa melihat diri saya sebagai anggota partai yang melakukan hal itu," kata Madel dalam pernyataan video.
Awal bulan ini, Madel memberikan bantuan hukum kepada Jonathan Ross, petugas ICE yang menembak mati Renee Good, warga Minneapolis lainnya. Madel saat itu mengaku hanya membantu Ross karena "percaya bahwa konstitusional untuk mendapat penasihat hukum adalah hal yang sakral."
Sikap "balik badan" Partai Republik ini sebetulnya bukan lagi hal baru. Pada awal Januari lalu, kader-kader Republik juga menentang Trump atas ambisinya terhadap Greenland.
Para politikus Republik di DPR dan Senat saat itu tak setuju Trump mengerahkan militer untuk mengambil alih pulau Arktik tersebut.
(blq/dna)