Australia Tolak Visa Influencer Israel yang Getol Kampanye Anti-Islam
Australia membatalkan visa seorang influencer asal Israel, Sammy Yahood, yang dikenal sering mengampanyekan sentimen anti-Islam.
Canberra menegaskan Negeri Kanguru itu tidak akan menerima pengunjung yang datang untuk menyebarkan kebencian terhadap ras dan agama apapun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui pernyataan kepada AFP pada Selasa (27/1), Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengatakan siapa pun yang ingin mengunjungi Australia harus mengajukan visa yang tepat dan datang dengan alasan yang tepat.
"Menyebarkan kebencian bukan alasan yang baik untuk datang," ujar Burke.
Penolakan visa Yahood ini berlangsung usai Australia memperketat undang-undang kejahatan berbasis kebencian awal bulan ini, menyusul penembakan massal pada 14 Desember lalu saat perayaan Hanukkah di Pantai Bondi yang menewaskan 15 orang.
Visa Yahood dilaporkan dibatalkan berdasarkan undang-undang yang sama, yang sebelumnya juga digunakan untuk menolak visa sejumlah orang dengan alasan riwayat menyebarkan ujaran kebencian.
Australian Jewish Association yang berhaluan konservatif, yang mengundang Yahood untuk berbicara, menyatakan "sangat mengecam" keputusan pembatalan visa oleh pemerintahan Perdana Menteri Anthony Albanese.
Asosiasi tersebut juga mengkritik pembatalan visa terhadap pengunjung Yahudi lainnya, termasuk politikus sayap kanan Israel Simcha Rothman yang dicegah masuk Australia tahun lalu.
"Pembatalan terbaru ini memperkuat kekhawatiran mendalam di komunitas Yahudi bahwa, meskipun ada kengerian tragedi Bondi dan permintaan maaf pemerintah yang terlambat, Pemerintahan Albanese tidak berubah dan sejak awal tidak pernah sungguh-sungguh," kata CEO asosiasi itu, Robert Gregory, dalam sebuah pernyataan.
Sementarta itu, Sammy Yahood, turut tak terima atas penolakan visanya ini hingga menggerutu di media sosialnya.
"Ini adalah kisah tentang tirani, sensor, dan kontrol," tulisnya di platform X.
Influencer yang pernah menyebut Islam sebagai "ideologi yang menjijikkan" itu mengatakan visanya dibatalkan hanya tiga jam sebelum pesawatnya lepas landas dari Israel menuju Abu Dhabi untuk transit.
Namun, Yahood tetap terbang ke Abu Dhabi dan kemudian dicegah untuk melanjutkan penerbangan menuju Australia.
(rds)[Gambas:Video CNN]

