Hide Ads

Iran Bantah Klaim Trump Teheran Memohon Negosiasi dengan AS

isa | CNN Indonesia
Rabu, 28 Jan 2026 18:15 WIB
Iran membantah klaim Presiden Donald Trump yang sesumbar bahwa Iran memohon-mohon Amerika Serikat saat kapal induk mereka memasuki perairan Timur Tengah.
Menlu Iran Abbas Araghci bantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Teheran memohon ke Washington. (via REUTERS/IRIB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran membantah klaim Presiden Donald Trump yang sesumbar bahwa Iran memohon-mohon Amerika Serikat saat kapal induk mereka memasuki perairan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah komunikasi dengan utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff untuk meminta negosiasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, dia menegaskan Teheran terlibat kontak dengan negara-negara mediator "untuk melakukan konsultasi," demikian dikutip Reuters, Rabu (28/1).

Trump mengeklaim pemerintah Iran menelepon berkali-kali saat kapal induk Amerika Serikat memasuki perairan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan Axios pada Senin (26/1), Trump mengisyaratkan Teheran menghubungi Washington dalam banyak kesempatan.

"Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka menelepon berkali-kali. Mereka ingin bicara," kata Trump, dikutip Fox News.

Menurut sejumlah pejabat pertahanan AS, setiap potensi kesepakatan akan mengharuskan Teheran menghilangkan semua uranium yang diperkaya, membatasi produksi rudal jarak jauh, mengubah dukungan untuk pasukan proksi regional, dan menghentikan pengayaan uranium independen. Syarat-syarat tersebut belum disetujui para pemimpin Iran.

[Gambas:Video CNN]

AS dan Iran dalam beberapa tahun terakhir terlibat negosiasi denuklirisasi. Washington meminta Teheran menghentikan program nuklir dan pengayaan uranium karena dianggap berbahaya jika dibuat senjata.

Namun, Teheran berulang-kali menyatakan program nuklir mereka bukan untuk membuat senjata.

Kapal induk USS Abraham Lincoln dan pasukannya sudah tiba di Timur Tengah.

Sejak protes massal berlangsung di Iran. Trump berkali-kali mengatakan AS akan ikut menyerang negara tersebut jika mereka melakukan tindakan keras seperti membunuh pedemo.

Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan demo itu disusupi agen Israel dan Amerika Serikat dan banyak menyebabkan kerusakan.

(bac)


[Gambas:Video CNN]