Hide Ads

Trump Ancam Serbu Iran Jika Nego Nuklir Mandek: Waktunya Sudah Habis

CNN Indonesia
Kamis, 29 Jan 2026 04:45 WIB
Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat siap menyerang Iran jika kesepakatan program nuklir mereka tak terpenuhi.
Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat siap menyerang Iran jika kesepakatan program nuklir mereka tak terpenuhi. (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat siap menyerang Iran jika kesepakatan program nuklir mereka tak terpenuhi.

Trump mengatakan armada besar saat ini dalam perjalanan menuju Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Armada itu bergerak cepat, dengan kekuatan besar, antusiasme, dan tujuan besar, " kata dia di media sosial buatannya, Truth Social, pada Rabu (28/1).

Armada itu bakal dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln yang dipakai saat meluncurkan operasi di Venezuela.

"Ini siap, bersedia, dan mampu dengan cepat menyelesaikan misi," ungkap Trump.

Trump sangat berharap Iran bisa segera duduk di meja perundingan untuk membahas denuklirisasi. Negara Barat terutama AS, sangat terancam dengan program nuklir Iran yang dianggap berbahaya dan berpotensi ditujukan untuk membuat senjata.

Iran berulang kali menegaskan program nuklir mereka bukan untuk membuat senjata, melainkan demi tujuan damai.

"Semoga Iran segera 'Duduk di Meja Perundingan' dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata - TANPA SENJATA NUKLIR - kesepakatan yang menguntungkan semua pihak," ujar Trump.

"Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting! Seperti yang pernah saya katakan kepada Iran sebelumnya, BUAT KESEPAKATAN!" imbuh dia.

Trump juga mewanti-wanti Iran jika mereka gagal mencapai kesepakatan serangan berikutnya akan jauh lebih buruk dari Operasi Midnight Hammer.

AS sempat menyerang sejumlah fasilitas nuklir Iran saat membantu sekutu dekatnya, Israel dalam Perang 12 Hari pada Juni tahun lalu.

Gempuran tersebut, menurut AS, menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa fasilitas nuklir. Namun, Iran membantah terjadi kerusakan di situs nuklir mereka.

"Serangan selanjutnya akan lebih buruk! Jangan terjadi lagi," ujar Trump.

Kemarahan Trump muncul usai Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan tak akan memulai kembali negosiasi nuklir di tengah ancaman serangan AS.

Trump berulang kali sesumbar bakal menyerang Iran di tengah demonstrasi massal dan berdarah di negara tersebut.

AS juga sudah mengirim kapal induk USS Abraham Lincoln dan pasukannya sudah tiba di Timur Tengah.

Trump, saat wawancara dengan Axios, juga mengatakan situasi di Iran tak menentu. Dia bahkan menggambarkan pengerahan ini lebih besar dari saat pengerahan di Venezuela.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]