Trump Tetapkan Status Darurat soal Kuba, Akan Senasib Venezuela?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendeklarasikan status darurat terkait penanganan pemerintah untuk Kuba pada Kamis (29/1).
Status darurat itu muncul usai Trump menandatangani executive order (perintah eksekutif) sebagai respons yang mereka sebut ancaman Kuba ke pemerintah AS.
"Presiden Donald J. Trump menandatangani Perintah Eksekutif yang menyatakan keadaan darurat nasional dan menetapkan proses untuk mengenakan tarif terhadap barang-barang dari negara-negara yang menjual atau menyediakan minyak ke Kuba," demikian rilis resmi Gedung Putih.
Mereka juga berujar, "[Langkah ini demi] melindungi keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS dari tindakan dan kebijakan jahat rezim Kuba."
Melalui perintah tersebut, AS bakal memberlakukan sistem tarif baru yang memungkinkan mereka mengenakan tarif tambahan terhadap pihak dan negara manapun yang secara langsung atau tidak langsung memasok minyak ke Kuba.
Perintah itu juga memberi wewenang ke Menteri Luar Negeri dan Menteri Perdagangan AS untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan, termasuk menerbitkan peraturan dan pedoman, guna menerapkan sistem tarif dan langkah-langkah terkait.
Trump bisa mengubah perintah tersebut jika Kuba atau negara-negara yang terdampak mengambil langkah-langkah signifikan untuk mengatasi ancaman atau menyesuaikan diri dengan tujuan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS.
Sejak melenggang ke Gedung Putih, Trump menerapkan kebijakan ketat untuk Kuba. Tahun lalu, dia membatasi perjalanan warga dari negara tersebut untuk masuk AS.
Di tahun itu pula, Trump meneken Memorandum Kepresidenan Keamanan Nasional untuk memperkuat kebijakan AS terhadap Kuba.
Sebelum perintah eksekutif ini diteken, Trump sempat mewanti-wanti Kuba bernasib sama seperti Venezuela.
"Kuba tampaknya siap untuk runtuh. Saya tidak tahu bagaimana mereka, apakah mereka akan bertahan, tetapi Kuba sekarang tidak memiliki pendapatan," ujar dia pada 7 Januari.
Dia lalu berkata, "Mereka mendapatkan semua pendapatan mereka dari Venezuela, dari minyak Venezuela. Mereka tidak mendapatkan apa pun. Dan Kuba benar-benar siap untuk runtuh."
Awal Januari lalu, Presiden Donald Trump melancarkan operasi militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro setelah beberapa pekan menekan Caracas dengan mengirimkan kapal perang ke perairan dekat negara itu.
Kini Maduro telah ditahan di penjara New York dan tengah menghadapi persidangan.
(isa/rds)