Pengadilan AS Perintahkan Pembebasan Bocah 5 Tahun yang Ditahan ICE
Hakim Pengadilan Federal Amerika Serikat memerintahkan pembebasan bocah lima tahun yang ditahan Agen Imigrasi (ICE) di Minneapolis, negara bagian Minneapolis, Sabtu (31/1).
Adrian Conejo Arias beserta anaknya yang masih berusia lima tahun, Liam Conejo Ramos, ditangkap dalam penggerebekan oleh agen ICE di pinggir kota Minneapolis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Liam Conejo ditangkap agen ICE saat pulang sekolah. Ia merupakan satu dari empat anak sekolah yang ditangkap ICE.
Hakim Federal Distrik AS Fred Bieri kemudian membuat putusan agar segera membebaskan Liam Conejo yang baru berusia lima tahun.
"Kasus ini bermula dari upaya pemerintah yang salah kaprah dan tidak kompeten dalam mengejar kuota deportasi harian, bahkan jika itu membutuhkan trauma pada anak-anak," tulis Fred Biery dalam putusan yang diterbitkan pada Sabtu.
"Pada akhirnya, para Pemohon mungkin, karena sistem imigrasi Amerika Serikat yang rumit, kembali ke negara asal mereka, secara paksa atau melalui deportasi sukarela. Tetapi hasil itu harus terjadi melalui kebijakan yang lebih teratur dan manusiawi daripada yang berlaku saat ini," kata Biery.
Liam Conejo bersama ayahnya memasuki wilayah AS dari Ekuador secara sah sebagai pencari suaka. Pengacara Marc Prokosch sebelumnya mengatakan kepada Reuters, Liam Conejo dan ayahnya bersama sejumlah imigran lain dikirim ke fasilitas penahanan keluarga di Dilley, Texas.
Prokosch dan Departemen Keamanan Dalam Negeri tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Hakim Biery mengecam pemerintahan Presiden Donald Trump dalam putusannya setebal tiga halaman. Bery merupakan hakin federal yang diangkat pada masa Presiden Bill Clinton.
Ia menyamakan perilaku pemerintahan Trump dengan perilaku raja Inggris yang dikecam dalam Deklarasi Kemerdekaan AS, termasuk mengirimkan "sejumlah besar petugas untuk mengganggu rakyat kita," memicu "pemberontakan domestik di antara kita" dan "menempatkan sejumlah besar pasukan bersenjata di antara kita."
Biery mengutip persyaratan Konstitusi bahwa surat perintah penangkapan harus didasarkan pada temuan hakim tentang kemungkinan terjadinya kejahatan.
Penggunaan "surat perintah administratif," yang dikeluarkan oleh petugas imigrasi, "disebut rubah yang menjaga kandang ayam," tulis Biery.
"Mengamati perilaku manusia menegaskan bahwa bagi sebagian dari kita, nafsu jahat akan kekuasaan tanpa batas dan penerapan kekejaman dalam pencariannya tidak mengenal batas dan kehilangan rasa kemanusiaan. Dan hukum pun diabaikan," tulis Biery.
Petugas bersenjata dan bertopeng menahan dua remaja berusia 17 tahun dan seorang anak berusia 10 tahun selain Liam, kata Kepala Sekolah Distrik Zena Stenvik pekan lalu.
(bac)[Gambas:Video CNN]


