Relasi China-Inggris Dianggap Trump Berbahaya, Ini Respons PM Starmer

CNN Indonesia
Minggu, 01 Feb 2026 13:20 WIB
PM Inggris Keir Starmer adalah pemimpin Negara Barat terbaru yang mendatangi China di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik akibat ulah Trump.
PM Inggris Keir Starmer adalah pemimpin Negara Barat terbaru yang mendatangi China di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik akibat ulah Trump. )Foto: AFP/CARL COURT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengatakan akan menjadi langkah yang bodoh bagi negaranya jika tidak berelasi dengan China.

Perkataan Starmer itu untuk menepis pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut berbahaya untuk berbisnis dengan Beijing.

"Akan sangat gegabah jika kita hanya mengatakan kita akan mengabaikan (China)," kata Starmer seperti dilansir dari Reuters, Minggu (1/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Starmer adalah pemimpin Negara Barat terbaru yang mengunjungi China untuk mencari perlindungan ekonomi dan geopolitik terhadap ketidakpastian Trump. Aksi 'sowan' Inggris dkk ini membuat Trump marah.

Ia juga menyoroti kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron baru-baru ini dan rencana kunjungan Kanselir Jerman Friedrich Merz ke Tiongkok.

"Jika Inggris menjadi satu-satunya negara yang menolak untuk terlibat, itu tidak akan sesuai dengan kepentingan nasional kita," ujarnya.

Pembicaraan Starmer selama tiga jam dengan Presiden Xi Jinping menghasilkan beberapa kesepakatan seperti China akan memangkas tarif wiski Inggris, melonggarkan aturan visa, serta kemajuan dalam akses pasar untuk sektor jasa profesionalnya.

Investasi terbesar dalam kunjungan itu justru mengalir ke China. Perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca berkomitmen untuk berinvestasi sebesar 15 miliar dolar US di China, meskipun beberapa investasi kecil China di Inggris juga diumumkan.

Washington menanggapi pertanyaan tentang hubungan Inggris-China yang lebih dekat, yang menurut Trump hal itu sangat berbahaya bagi Inggris.

"Ya itu sangat berbahaya bagi mereka untuk melakukan itu," kata Trump. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut pernyataan itu.

Starmer mengatakan hubungan Inggris-AS sangat dekat dan Washington telah mengetahui kunjungannya. Trump juga berencana untuk melakukan perjalanan ke China pada bulan April.

Kementerian Luar Negeri China tidak menanggapi pernyataan Trump itu.

 

(yoa/pta)