Akan Maju Jadi PM Israel Lagi, Netanyahu Masih Saja Mau Lanjut Perang
Masa jabatan sebagai Perdana Menteri Israel akan berakhir akhir tahun ini, namun Benyamin Netanyahu akan terus tetap ikut pemilu pada November 2026.
Netanyahu bahkan terang-terangan menyatakan masih mau melanjutkan perang di kawasan Timur Tengah.
Hal itu sudah dia sampaikan saat tampil dalam sebuah program di saluran televisi sayap kanan Channel 14 Oktober lalu.
Ketika ditanya apakah akan mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan berikutnya, ia menjawab "iya" dengan gamblang.
Dia pun bertekad ingin memenangkan persaingan jabatan kepala pemerintahan di Israel.
Ingin tetap perang
Niatnya untuk menduduki jabatan PM Israel itu didasari semangatnya untuk terus perang. Hal itu merujuk pada serangan ke Gaza yang telah menewaskan 71 ribu nyawa.
"Perang kelahiran kembali," kata Netanyahu dikutip dari i24News.
Bahkan serangan ke Gaza itu disebutnya telah memperkuat Israel dan menunjukkan ketahanan bangsa itu dikutip dari laman 124news.
Dia memuji "keberanian para prajurit dan yang terluka," dan menyebutkan keberhasilan militer baru-baru ini disebabkan oleh "keputusan yang sulit namun adil" serta koordinasi yang erat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Netanyahu menegaskan bahwa pertempuran akan berlanjut "sampai Hamas dilucuti senjatanya."
Sementara di negara lain seperti Lebanon, Netanyahu mengatakan serangan Israel terhadap pemimpin Hizbullah sebagai "momen penting untuk mematahkan poros kejahatan."
Sedangkan untuk Iran, Netanyahu berkali-kali menyampaikan niatnya tersebut secara terbuka. Selain pernah menyerang pada Juni lalu, juga masih ingin berperang lagi. Dia telah memperingatkan perang dengan Iran selama lebih dari 30 tahun.
Dari mana Netanyahu mendapat kekuatan? Ia mengaku memperoleh kekuatan dari dukungan publik dan dari istrinya, Sara Netanyahu, yang ia gambarkan sebagai "singa betina saya, sumber keberanian yang tak habis-habisnya."
(imf/bac)