Balas Dendam, Iran Cap Militer Negara Uni Eropa Kelompok Teroris

CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 15:35 WIB
Iran mendeklarasikan angkatan bersenjata negara Eropa sebagai "kelompok teroris" membalas langkah serupa yang dilakukan Uni Eropa.
Iran mendeklarasikan angkatan bersenjata negara Eropa sebagai "kelompok teroris" membalas langkah serupa yang dilakukan Uni Eropa. (Kena Betancur / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mendeklarasikan angkatan bersenjata negara Eropa sebagai "kelompok teroris" membalas langkah serupa yang dilakukan Uni Eropa menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) dengan label serupa.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan "Pasal 7 Undang-Undang tentang Tindakan Balasan atas Penetapan IRGC sebagai Organisasi Teroris".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang-orang Eropa pada dasarnya telah menembak kaki mereka sendiri dan, sekali lagi, melalui kepatuhan buta kepada Amerika Serikat, mengambil keputusan yang bertentangan dengan kepentingan rakyat mereka sendiri," ujar Ghalibaf pada Minggu (1/2).

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, pada Kamis mengumumkan penetapan IRGC oleh blok tersebut, dengan mengatakan bahwa penindasan tidak bisa "dibiarkan tanpa jawaban".

Penetapan ini dilakukan menyusul demonstrasi berdarah yang berlangsung di Iran sejak akhir Desember lalu dan hingga kini telah menewaskan lebih dari 3.100 orang. Bahkan lembaga berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Activists News Agency, menyatakan total korban jiwa demo Iran mencapai 6.713 kematian, jauh lebih banyak dari laporan pemerintah.

[Gambas:Video CNN]

"Setiap rezim yang membunuh ribuan rakyatnya sendiri sedang bekerja menuju kehancurannya sendiri," ucap Kallas di media sosial seperti dikutip Al Jazeera.

IRGC merupakan salah satu cabang militer Iran yang dibentuk setelah Revolusi Iran 1979. Beroperasi berdampingan dengan angkatan bersenjata reguler, IRGC bertanggung jawab langsung kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan memainkan peran sentral dalam pertahanan Iran, operasi luar negeri, serta pengaruh regional.

Sementara itu, langkah balasan Iran ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat dengan AS selama beberapa pekan terakhir, dengan Presiden Donald Trump berulang kali mengancam akan melancarkan serangan militer ke Teheran dan memperkuat kehadiran angkatan laut AS di Timur Tengah.

Namun, Trump pada Sabtu mengatakan Iran "sedang berbicara secara serius" dengan AS, beberapa jam setelah pejabat keamanan nasional tertinggi Iran menyatakan bahwa pengaturan untuk perundingan sedang berlangsung.

Pejabat Iran telah memperingatkan bahwa setiap serangan akan dibalas dengan respons "menyeluruh".

Teheran juga merencanakan latihan militer tembak langsung pada Minggu dan Senin di Selat Hormuz yang strategis, pintu sempit Teluk Persia yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu mengatakan bahwa jika Amerika menyerang Iran, konflik tersebut akan meluas menjadi konflik regional.

"[Trump] terus mengatakan bahwa ia mengerahkan kapal-kapal [...] Bangsa Iran tidak akan takut oleh hal-hal semacam ini, rakyat Iran tidak akan terprovokasi oleh ancaman tersebut," kata Khamenei.

"Kami bukan pihak yang memulai dan tidak ingin menyerang negara mana pun, tetapi bangsa Iran akan memberikan pukulan keras kepada siapa pun yang menyerang dan mengganggu mereka," paparnya menambahkan.

(bac)


[Gambas:Video CNN]