Transportasi Umum Lumpuh Total Gara-gara Demo & Aksi Mogok

CNN Indonesia
Selasa, 03 Feb 2026 16:10 WIB
Layanan transportasi umum di Jerman lumpuh imbas aksi mogok massal pekerja. Foto: REUTERS/Axel Schmidt
Jakarta, CNN Indonesia --

Layanan kereta bawah tanah, bus, dan trem di sebagian besar wilayah Jerman lumpuh total, akibat aksi mogok nasional yang digelar serikat buruh Verdi sejak Senin (2/2). 

Serikat sektor jasa Verdi menuntut pengurangan jam kerja bagi pekerja transportasi umum serta peningkatan bonus untuk shift malam dan akhir pekan.

"Kami harus melakukan mogok demi kondisi kerja yang lebih baik, jika tidak, pekerjaan ini akan terus dianggap tidak menarik seperti yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir," kata juru bicara Verdi, Andreas Schackert, kepada stasiun televisi publik ZDF, seperti dikutip AFP.

Serikat itu mengajak hampir 100.000 karyawan dari sekitar 150 perusahaan transportasi untuk berpartisipasi dalam aksi mogok ini. Selain itu, di sejumlah negara bagian Jerman, Verdi juga menekan tuntutan kenaikan gaji sekitar 10 persen.

Aksi mogok ini memengaruhi layanan transportasi di seluruh negara bagian Jerman, kecuali Lower Saxony. Sementara itu, kereta jarak jauh dan regional tetap beroperasi, meski tidak selalu menjadi pilihan alternatif yang paling andal.

Seorang mahasiswa di Berlin, Luis Hermann (23), mengatakan layanan S-Bahn regional di wilayahnya, secara resmi tidak termasuk dalam aksi mogok dan juga tidak berjalan.

"Ada pekerjaan perbaikan di jalur itu, dan ditambah mogok juga, cukup mengganggu," ujar Hermann kepada AFP.

Ia juga menyebutkan bahwa perjalanannya ke perpustakaan kini memakan waktu satu jam, dua kali lebih lama dari biasanya.

Aksi mogok itu merupakan kelanjutan dari mogok bulan lalu di berbagai sektor publik, di tengah peringatan serikat buruh soal kekurangan tenaga kerja dan melemahnya daya beli pekerja.

Operator transportasi umum Berlin, BVG, menilai aksi mogok itu "berlebihan" dan meminta Verdi untuk kembali melanjutkan perundingan.

"Saya bisa memahami upaya orang-orang untuk memperkuat posisi mereka dan menuntut kenaikan dari perusahaan," kata penumpang lain, seorang konsultan, Frank Ewert (52).

"Namun dampaknya justru dirasakan oleh kami sebagai pengguna layanan BVG," tambah dia.

(rnp/dna/bac)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK