Putra Khadafi Disebut Ditembak 4 Orang Bertopeng

CNN Indonesia
Rabu, 04 Feb 2026 21:30 WIB
Putra mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi, Saif al-Islam Khadafi, dikabarkan tewas ditembak oleh empat orang bertopeng di kediamannya di Kota Zintan.
Putra mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi, Saif al-Islam Khadafi, tewas ditembak oleh empat orang bertopeng. (BFM TV / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Putra mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi, Saif al-Islam Khadafi, dikabarkan tewas ditembak oleh empat orang bertopeng di kediamannya di Kota Zintan, Libya, Selasa (3/2).

Berdasarkan laporan CNN, empat orang bertopeng menerobos masuk ke rumah Saif Khadafi, mematikan sistem kamera pengawas, lalu menembaknya hingga tewas.

Penasihat politik Saif Khadafi, Abdullah Othman, menyebut serangan itu sebagai tindakan 'pengkhianatan dan pengecut'. Sedangkan pengacara Saif, Marcel Ceccaldi, menuturkan pembunuhan terjadi di siang bolong di kediaman kliennya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia (Saif) dibunuh hari ini pukul 14.00 di Zintan di rumahnya oleh empat orang komando," ucap Marcel kepada AFP.

Laporan lain menyebutkan Saif sempat terlibat bentrok dengan para penyerang, yang lebih dulu menonaktifkan kamera CCTV guna menghapus jejak.

Sepupu Saif, Hamid Khadafi, mengatakan Saif gugur sebagai martir dan menyebut lokasi tempat tinggal pria yang meninggal di usia 53 itu seharusnya dirahasiakan.

Hingga kini, otoritas Libya belum mengeluarkan konfirmasi resmi terkait insiden pembunuhan Saif. Kejaksaan Agung Libya kini tengah menyelidiki kasus pembunuhan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, nama Saif kembali muncul di kancah politik di tengah perdebatan mengenai pencalonannya dalam pemilihan presiden yang masih diharapkan dapat digelar di Libya untuk mengakhiri krisis yang terjadi.

Libya masih terpecah antara dua pemerintahan yang bersaing, yakni pemerintahan di Tripoli yang dipimpin Abdul Hamid Dbeibeh yang menguasai wilayah barat, serta pemerintahan yang ditunjuk parlemen pada awal 2022 dipimpin Osama Hammad di Benghazi, yang mengendalikan wilayah timur dan sebagian besar selatan.

(rnp/har)


[Gambas:Video CNN]