Sederet Eks Menlu Ungkap Obrolan soal Board of Peace dengan Prabowo

CNN Indonesia
Kamis, 05 Feb 2026 09:25 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (4/2).
Presiden RI Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (4/2). (Foto: CNN Indonesia/Muhammad Naufal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (4/2).

Prabowo mengundang sederet mantan Menlu, Wamenlu, hingga akademisi yang membidangi hubungan internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu bahasan di pertemuan itu mengenai keputusan Indonesia bergabung Dewan Perdamaian (Board of Peace) besutan Presiden AS Donald Trump.

Eks Menlu 2001-2009, Hasan Wirajuda mengatakan Prabowo menjelaskan secara rinci keputusannya bergabung dengan BoP.

Ia mengatakan pertimbangan Prabowo ikut serta di BoP ini setelah melewati dua rangkaian konsultasi di antara negara-negara negara Islam.

"Pertama di New York di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB pada akhir tahun lalu, dan juga ketika kita pada akhirnya memutuskan bergabung, kita juga melalui proses konsultasi yang erat dengan tujuh negara Islam atau negara berpenduduk mayoritas Islam," ujar Hasan usai pertemuan.

"Memang ada kekhawatiran bahwa Trump akan memainkan peran luar biasa, tidak dapat dikontrol, tapi setidaknya delapan negara ini bisa menyeimbangkan proses di dalam Board of Peace," imbuhnya.

Lalu eks Menlu era Gus Dur, Alwi Shihab menyatakan Prabowo menegaskan RI takkan meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution.

"Itu kalau istilah awamnya adalah 'harga mati', two-state solution. Jadi tidak perlu didengarkan Netanyahu yang mengatakan tidak akan menyetujui adanya two-state solution," ucap Alwi.

Ia menegaskan dalam pertemuan itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk siap keluar dari BoP jika tak sejalan dengan cita-cita Indonesia

"Maka dengan mudah kita bisa keluar. Jadi beliau tekankan kepada masyarakat seluruhnya bahwa keikutsertaan Indonesia tidak lain adalah komitmen untuk membela Palestina dan menginginkan adanya penyelesaian yang adil bagi Palestina," ujar Alwi.

Pendiri CSIS Jusuf Wanandi menyampaikan penjelasan Prabowo dalam pertemuan tersebut sangat mendalam.

Sementara itu, pendiri FPCI Dino Patti Djalal berpendapat Prabowo bersikap realistis membawa Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian.

"Realistis dalam arti apa? Sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace. Kan tidak ada opsi lain, dan faktanya adalah BOP ini yang menjadi bagian dari solusi untuk menghentikan gencatan senjata, walaupun sampai sekarang masih dilanggar oleh Israel," ucap dia.

Ia menyebut diskusi yang berlangsung sejak sore hingga malam hari itu berlangsung secara terbuka.

Dino juga menyampaikan bahwa Prabowo menampung seluruh pendapat yang disampaikan para tokoh yang datang hari ini.

"Jadi saya katakan ini suatu eksperimen dan eksperimen yang penting, karena apa? Ini satu-satunya the game in town pada saat ini. Tidak ada formula lain, tidak ada solusi lain, tidak ada jalur lain," ujarnya.

Ia mengatakan diskusi itu juga banyak membahas mengenai resiko dan skenario yang berpotensi membahayakan bagi Indonesia.

"Tapi intinya ini adalah suatu eksperimen, dan bukan obat yang ampuh yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Dan saya melihat Beliau realistis mengenai hal itu. Beliau melihat ini ada risikonya," ucap dia.

(mnf/rds)


[Gambas:Video CNN]