Dokumen Militer Vietnam Bocor, Ungkap Strategi Ancaman AS
Dokumen internal pertahanan Vietnam yang diduga bocor ke publik membeberkan strategi negara ini terhadap ancaman Amerika Serikat.
Meski hubungan kedua negara di bidang ekonomi dan diplomasi baik, tetapi Vietnam menempatkan AS sebagai ancaman strategis nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan organisasi yang fokus di bidang hak asasi manusia di Vietnam, The 88 Project, menyebut militer secara rutin memperbarui skala operasional untuk mencegah kemungkinan invasi yang dilakukan AS.
Rencana tersebut bahkan menggambarkan Amerika Serikat sebagai kekuatan "imperialis," demikian dikutip i24 News.
Tak cuma itu, dokumen internal Vietnam juga menguraikan persiapan untuk mempertahankan garis pantai, melakukan perang gerilya modern, dan mengerahkan sistem pertahanan udara canggih.
Materi tersebut juga menunjukkan para pejabat militer senior tetap sangat khawatir soal kemungkinan gejolak politik yang didukung Barat di Vietnam.
Lihat Juga :![]() KILAS INTERNASIONAL Upaya Pemakzulan Presiden Filipina sampai Putra Khadafi Tewas Dibunuh |
Dokumen-dokumen tersebut juga mewanti-wanti bahwa skenario semacam itu bisa digunakan sebagai dalih intervensi militer langsung AS, khususnya dengan dalih melindungi hak asasi manusia atau mendukung gerakan demokrasi.
Kementerian Luar Negeri AS dan Vietnam belum mengeluarkan pernyataan resmi atau memberi komentar terkait hal ini.
Pengungkapan isi dokumen yang diduga bocor itu menantang narasi Barat soal Vietnam sebagai mitra strategis yang bisa diandalkan Amerika Serikat di Asia Tenggara, terutama untuk melawan pengaruh China.
Vietnam dan Amerika Serikat, memiliki sejarah panjang. Mereka sempat terlibat perang pada 1975.
Kemudian pada 1995 kedua negara itu mulai menormalisasi hubungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Vietnam-AS telah menguat di tengah kekhawatiran bersama atas sikap agresif China di Laut China Selatan.
Terlepas dari konvergensi rencana yang bocor menunjukkan bahwa Vietnam tetap berhati-hati dan tidak mau menganggap bahwa aliansi saat ini bersifat permanen.
(isa/rds)[Gambas:Video CNN]

