Seskab Teddy Sebut Iuran Board of Peace Tidak Wajib, RI Belum Bayar
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) untuk Palestina tidak bersifat tetap. Teddy juga menjelaskan mengenai iuran untuk masuk BoP.
Penjelasan itu diungkap Seskab melalui akun resmi media sosial Sekretariat Kabinet usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto bersama mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri RI, akademisi di bidang hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI di Istana Merdeka, Rabu (4/2).
Usai pertemuan dalam rangka berdiskusi mengenai situasi politik luar negeri Indonesia itu, Teddy menjelaskan posisi Indonesia sebagai anggota BoP.
"Keanggotaan bersifat tidak bersifat tetap. Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan," ucap Teddy dalam pernyataannya, Kamis (5/2).
Terkait iuran USD1 miliar, Teddy mengatakan dana tersebut diperuntukkan rekonstruksi Gaza. Teddy juga menyebut iuran itu tidak bersifat wajib dan memastikan Indonesia hingga kini belum membayar.
"Mengenai biaya USD1 miliar, adalah untuk dana rekonstruksi Gaza, dan tidak bersifat wajib. Saat ini Indonesia resmi bergabung bersama 7 negara besar dengan mayoritas penduduk beragama Islam lainnya, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, UAE, dan Pakistan."
"Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun. Saat ini, Indonesia belum membayar," ujar Seskab menambahkan.
Lebih lanjut, Teddy menyatakan diplomasi yang dilakukan Prabowo selalu mengutamakan pencapaian yang konkret untuk bangsa Indonesia. Hal itu tecermin dari berbagai capaian strategis yang diraih Indonesia dalam satu tahun terakhir.
Sejumlah capaian tersebut antara lain adalah bergabungnya Indonesia dengan BRICS, keberhasilan penetapan tarif dagang nol persen di 27 negara Uni Eropa, dan kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi.
(har)