Presiden Nigeria Kirim Pasukan usai 170 Warga Tewas Ditembak Ekstremis

CNN Indonesia
Sabtu, 07 Feb 2026 04:30 WIB
Presiden Nigeria Tinubu kirim pasukan militer usai 170 warga sipil tewas ditembak kelompok bersenjata.
Lebih dari 170 orang tewas imbas serangan kelompok bersenjata di Nigeria. Foto: REUTERS/Oluseyi Dasilva
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu mengirim prajurit ke dua negara bagian setelah 200 warganya tewas ditembak kelompok bersenjata.

Al Jazeera melaporkan sekelompok orang menyerbu komunitas Woro di negara bagian Kwara pada Selasa (3/2) malam hingga menewaskan setidaknya 170 orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di negara bagian Katsina, 21 orang juga dilaporkan meninggal dunia dalam serangan oleh kelompok bersenjata.

Dalam pernyataan resmi pada Rabu (4/2), Tinubu mengatakan komando militer akan memburu kelompok-kelompok bersenjata tersebut dan melindungi warga sipil.

Ia mengutuk keras serangan ini dan menyebut para pelaku bertindak "pengecut dan barbar" karena menargetkan mereka yang menolak kepercayaan ekstremis.

"Sungguh terpuji karena anggota komunitas, meskipun Muslim, menolak keyakinan yang mempromosikan kekerasan daripada perdamaian," kata Tinubu, seperti dikutip Al Jazeera.

Belum ada satu pun kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Berdasarkan kesaksian warga setempat, para penyerang merupakan pemeluk Islam garis keras yang telah lama menyebarkan ajaran radikal ke penduduk. Mereka mendesak warga meninggalkan negara bagian tersebut.

Pemerintah Nigeria telah menuduh "sel teroris" sebagai dalang di balik serangan mematikan ini. Tinubu dan para penduduk setempat secara spesifik menyalahkan Boko Haram, sebuah kelompok ekstremis Islam di Nigeria.

Pembunuhan di Kwara ini menjadi tragedi paling mematikan di kawasan tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Serangan ini menyusul operasi militer di wilayah itu yang menargetkan "elemen-elemen teroris".

Menurut Ahmed Idris dari Al Jazeera, serangan semacam ini biasa terjadi kapan pun angkatan bersenjata memulai operasi di suatu wilayah yang didiami kelompok bersenjata.

Juru bicara kepolisian Kwara Adetoun Ejire-Adeyemi mengatakan unitnya dan militer telah dikerahkan untuk bekerja sama dalam melakukan pencarian dan penyelamatan korban luka dan penculikan.

Menurut anggota parlemen di negara bagian Kwara, para penyerang menyergap warga dan membunuh mereka setelah mengikat tangan mereka ke belakang.

Warga yang selamat disebut melarikan diri ke semak-semak belukar saat kelompok bersenjata menyatroni dan membakar rumah dan pertokoan.

Cuplikan gambar dari siaran televisi lokal menunjukkan banyak jenazah tergeletak di tanah dengan tangan terikat serta rumah-rumah terbakar.

[Gambas:Video CNN]

Serangan ini mengakhiri pakta perdamaian antara warga dengan kelompok bersenjata di Nigeria yang telah berlangsung selama enam bulan.

Peristiwa ini juga menggarisbawahi dilema yang dialami warga setempat, di mana mereka hidup dengan bayang-bayang kekerasan kelompok ekstremis. Warga di daerah terpencil biasanya harus membayar atau memberikan makanan kepada kelompok bersenjata agar mereka bisa hidup aman.

(blq/dna)