ISIS Klaim Dalangi Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan
ISIS mengklaim bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 31 orang di masjid Islamabad, Pakistan pada Jumat (6/2). Bom itu jadi serangan paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak pengeboman hotel Marriott pada 2008.
"Pelaku dihentikan di gerbang dan meledakkan dirinya," kata seorang sumber keamanan kepada AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AFP pada Sabtu (7/2) memberitakan bahwa pejabat setempat mengatakan 31 orang tewas dalam ledakan di masjid Imam Bargah Qasr-e-Khadijatul Kubra di daerah Tarlai di pinggiran kota.
Ledakan terjadi saat salat Jumat, waktu di mana masjid-masjid di seluruh negeri dipenuhi jemaah. Puluhan orang lainnya sedang dirawat karena luka-luka. Jumlah korban tewas diperkirakan bakal terus bertambah.
Beberapa orang, termasuk anak-anak, dibawa masuk dengan tandu atau digotong ke rumah sakit Pakistan Institute of Medical Sciences.
Petugas medis dan warga sekitar membantu menurunkan para korban dengan pakaian bersimbah darah dari belakang ambulans dan kendaraan. Setidaknya satu korban tiba di dalam bagasi mobil.
ISIS menyatakan salah satu militannya menargetkan jemaah tersebut, meledakkan rompi peledak dan "menyebabkan sejumlah besar kematian dan cedera", menurut SITE Intelligence Group, yang memantau komunikasi kelompok jihadis.
Berdasarkan video di media sosial, yang tidak dapat segera diverifikasi oleh AFP, beberapa jenazah tergeletak di dekat gerbang depan masjid, dengan orang-orang dan puing-puing juga berserakan di aula salat yang berkarpet merah.
Kesaksian warga
Muhammad Kazim, seorang jemaah berusia 52 tahun, mengatakan ledakan yang "sangat kuat" menghancurkan bangunan tepat saat salat baru saja dimulai.
"Saat rukuk pertama dalam salat, kami mendengar suara tembakan," katanya. "Dan saat kami masih dalam posisi rukuk, ledakan terjadi," ujarnya.
Jemaah lain, Imran Mahmood, mengatakan bahwa sempat terjadi baku tembak antara pengebom, yang kemungkinan dibantu seorang rekan, dengan petugas keamanan di masjid tersebut.
"Pelaku bom bunuh diri itu mencoba merangsek maju, tetapi salah satu sukarelawan kami yang terluka menembaknya dari belakang, mengenai pahanya," katanya kepada AFP.
Dia kemudian "meledakkan bahan peledak tersebut", tambah Mahmood.
Serangan ini adalah yang paling mematikan di ibu kota Pakistan sejak September 2008, ketika 60 orang tewas dalam ledakan bom truk bunuh diri yang menghancurkan sebagian hotel bintang lima Marriott.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif berjanji bahwa mereka yang berada di balik ledakan itu akan ditemukan dan diadili.
Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar turut mencap serangan itu sebagai "kejahatan keji terhadap kemanusiaan dan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip Islam".
"Pakistan berdiri bersatu melawan terorisme dalam segala bentuknya," katanya dalam sebuah unggahan di X.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan "serangan terhadap warga sipil dan tempat ibadah tidak dapat diterima", menurut juru bicaranya.
(afp/chri)
