Trump Ogah Minta Maaf soal Posting Meme Obama Jadi Kera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak meminta maaf setelah mengunggah video yang menggambarkan Presiden AS ke-44 Barack Obama dan istrinya, Michele, jadi kera di hutan.
Video tersebut sempat diunggah di akun media sosial buatannya, Truth Social, pada Kamis (5/2) dan langsung dihapus. Rekaman itu panen kritik termasuk dari anggota Partai Republik karena dianggap rasis.
"Tidak. Saya tidak buat salah," kata Trump pada Jumat (6/2) saat ditanya akan meminta maaf ke Obama mengingat banyak seruan agar dia melakukan hal tersebut, dikutip CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya lebih lanjut soal rasisme itu, Trump menegaskan bahwa dia mengecam rekaman tersebut dan klaim sebagai pemimpin paling tidak rasis.
"Saya adalah presiden yang paling tidak rasis yang pernah Anda miliki dalam waktu yang lama," ujar dia.
Trump juga tetap yakin kejadian ini tak mengurangi elektabilitas Republik di kalangan kulit hitam dalam Pemilu mendatang.
Kronologi video terunggah
Dalam pernyataan kepada awak media, Trump mengaku hanya melihat bagian awal dan menyerahkan ke stafnya.
"Saya melihat bagian awalnya. Baik-baik saja. Itu adalah unggahan yang kuat terkait kecurangan Pemilu," kata Trump.
Trump kemudian berkata, "Pada akhirnya tak ada yang tahu. Jika mereka, melihat, mereka mungkin melihatnya, dan mungkin mereka akan cukup bijak untuk menghapusnya."
Video itu diunggah di media sosial dan banjir kecaman termasuk dari satu-satunya anggota partai Republik berkulit hitam di Senat, Tim Scott.
Dia menilai unggahan tersebut rasis dan meminta Trump untuk segera mungkin menghapusnya.
"Saya berharap semoga itu palsu karena itu adalah hal paling rasis yang pernah saya lihat dari Gedung Putih ini. Presiden harus menghapusnya," ujar Scott di X.
Keesokan harinya, pada Jumat pagi, Scott berbicara dengan Trump guna membahas unggahan itu. Salah satu anggota Senat kemudian mengatakan Gedung Putih buru-buru menghapusnya karena memicu huru-hara di internal pemerintah.
"Seorang staf Gedung Putih secara keliru membuat unggahan tersebut. Unggahan itu telah dihapus," kata anggota Senat itu.
Sementara itu, penasihat Gedung Putih menyalahkan staf yang dianggap teledor telah mengunggah video.
"Presiden tak mengetahui video itu, dan sangat kecewa dengan staf yang menyebarkannya," ucap dia.
Sumber yang mengetahui penggunaan media sosial Trump mengatakan dia sering mengunggah secara pribadi di Truth Social, terutama saat larut malam dan dini hari.
Trump juga sering semacam meretweet postingan orang lain secara pribadi.
Kemudian pada siang hari, Trump sering menandai unggahan dengan inisial "DJT" untuk menunjukkan dia sendiri yang mengunggah.
Namun, sumber tersebut juga mengatakan sejumlah ajudan dekat - termasuk Natalie Harp, kadang mengetik postingan yang didiktekan Trump.
Selain Harp, Dan Scavino, wakil kepala staf yang mengelola media sosial Trump di periode pertama juga masih punya akses ke akun politikus Republik itu.
(isa/chri)

